
Ilustrasi cara menyembuhkan inner child (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa ada bagian dari diri Anda yang masih terjebak di masa kecil? Rasa takut, kesedihan, atau bahkan kebahagiaan sederhana yang dulu pernah Anda alami, sering kali muncul kembali dalam kehidupan dewasa.
Pada salah satu video dari kanal YouTube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, hal ini dikenal dengan istilah inner child, yaitu sisi batin yang mewakili pengalaman, luka, dan kenangan masa kecil kita. Banyak ahli psikologi percaya bahwa menyembuhkan inner child adalah langkah penting untuk mencapai kedamaian batin dan pertumbuhan emosional yang lebih sehat.
Proses menyembuhkan inner child bukanlah hal yang instan. Namun, dengan mengenal, menerima, dan memberi ruang pada bagian diri ini, perlahan luka lama bisa dipulihkan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Mengenali dan Mengakui Inner Child
Langkah pertama adalah berani mengakui bahwa inner child itu ada dalam diri kita. Cobalah berkomunikasi dengan bagian batin ini, misalnya dengan berbicara dalam hati atau menulis surat untuk diri kecil Anda. Sapa dengan lembut, dan jangan takut jika perasaan tidak nyaman muncul. Itu adalah bagian dari proses penyembuhan.
2. Menghidupkan Kembali Aktivitas Masa Kecil
Ingatlah apa yang dulu membuat Anda bahagia saat kecil. Mungkin menggambar, membaca, bermain board game, atau sekadar mendengarkan lagu. Mengulang kembali aktivitas sederhana ini bisa membangkitkan rasa aman dan kegembiraan yang pernah hilang. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa kegiatan seperti membaca, yoga, atau tertawa dapat membantu menurunkan stres secara signifikan.
3. Membuka Album Kenangan
Melihat kembali foto-foto lama juga bisa menjadi cara untuk menyambung kembali hubungan dengan inner child. Saat melihat foto, biarkan diri Anda merasakan emosi yang muncul. Proses ini bisa memberi perspektif baru, sekaligus membantu Anda menerima pengalaman masa lalu dengan lebih lapang.
4. Belajar Tertawa dan Bermain Lagi
Anak-anak selalu punya cara sederhana untuk bahagia: tertawa, bernyanyi, menari, dan bermain tanpa takut salah. Dewasa sering kali terlalu terjebak pada kesempurnaan. Padahal, dengan membiarkan diri kembali bermain dan tertawa, kita memberi kesempatan pada batin untuk merasa bebas dan ringan.
5. Memberi Ruang untuk Belajar dari Inner Child
Inner child bukan hanya tentang luka, tapi juga tentang pelajaran berharga. Dengan mendengarkannya, kita bisa belajar cara baru untuk menikmati hidup, menerima diri apa adanya, dan menghadapi tantangan dengan hati yang lebih terbuka.
Menyembuhkan inner child adalah perjalanan yang membutuhkan keberanian, kesabaran, dan kasih sayang terhadap diri sendiri. Tidak ada cara instan, tetapi dengan mengenal, menerima, dan merawat bagian diri yang terluka, kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih utuh dan bahagia. Ingatlah, di balik luka masa lalu, selalu ada kesempatan untuk pulih. Dengan memberi ruang pada inner child, Anda sedang memberi hadiah terbesar bagi diri sendiri: kesempatan untuk benar-benar merasakan kedamaian batin.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
