
Ilustrasi seseorang yang sedang berbicara./Freepik
JawaPos.com - Terkadang, meskipun kita sangat cerdas dan berpengetahuan luas, pilihan kata-kata kita bisa merusak citra.
Kebiasaan berbicara yang buruk dapat tanpa disadari membuat kita terdengar kurang cerdas dari yang sebenarnya. Ini adalah sesuatu yang harus dihindari oleh setiap orang.
Melansir dari Geediting.com Rabu (17/9), ada beberapa frasa yang sering digunakan dan memiliki efek demikian.
Mengenali kebiasaan ini adalah langkah pertama untuk berkomunikasi dengan lebih efektif. Mari kita telusuri sembilan hal yang perlu dihindari.
1. Menggunakan Banyak Kata Pengisi
Kata-kata seperti "seperti," "anu," dan "tahu enggak sih" dapat mengganggu alur bicara. Hal ini membuat kita terdengar tidak yakin dan tidak memiliki pemikiran yang jelas. Ini memberikan kesan bahwa Anda sedang mengarang kalimat.
2. Memulai Kalimat dengan Permintaan Maaf
Mengatakan "Maaf menyela, tapi..." sebelum berbicara dapat mengurangi dampak pernyataan. Ini membuat Anda terlihat tidak yakin dengan ide yang ingin disampaikan. Apabila Anda yakin dengan apa yang akan dikatakan, hindari permintaan maaf.
3. Penggunaan Kualifikasi Berlebihan
Menggunakan frasa seperti "semacam," "mungkin," atau "agak" secara berlebihan membuat kalimat terdengar samar. Ini memberikan kesan Anda tidak yakin atau tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang topik. Kata-kata tersebut meremehkan apa yang sedang Anda katakan.
4. Meminta Izin untuk Berbicara
Kalimat seperti "Bolehkah saya mengatakan sesuatu?" mengindikasikan kurangnya kepercayaan diri. Ini membuat Anda terlihat seperti membutuhkan validasi sebelum mengutarakan pikiran. Anda seharusnya merasa berhak untuk berbicara.
5. Mengakhiri Kalimat dengan Pertanyaan
Satu di antara kebiasaan umum adalah mengakhiri pernyataan dengan pertanyaan, seperti "Benar, kan?" atau "Ya, kan?" Ini bisa membuat kalimat terdengar seperti Anda mencari validasi dari orang lain. Ini juga membuat Anda terlihat tidak yakin pada apa yang Anda katakan.
6. Menggunakan Kata-kata Populer Tanpa Arti

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
