Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 02.42 WIB

Ternyata Rasa Gugup dan Cemas Bisa Menular ke Orang di Sekitar Kita, Kok Bisa?

Ilustrasi wanita sedang cemas. (Pexels)

JawaPos.com – Pernah merasa tiba-tiba deg-degan atau cemas saat berada di dekat seseorang yang panik atau gelisah?

Kamu tidak sendirian.

Rasa gugup ternyata bisa menular lewat proses yang dikenal sebagai emotional contagion, yaitu fenomena psikologis di mana emosi seseorang dapat terbawa ke orang lain tanpa kita sadari.

Emosi Bukan Virus Tapi Bisa Menyebar

Berbeda dengan penyakit fisik, rasa cemas bisa ‘menular’ tanpa kontak langsung.

Verywell Mind menyebut emotional contagion terjadi ketika kita secara tak sadar meniru ekspresi, postur, atau nada bicara orang lain lalu ikut merasakan emosinya.

Mirip dengan senyum yang menular, cemas atau gugup juga bisa terikut hanya lewat pengamatan terhadap orang lain.

Fenomena ini didasari oleh keberadaan neuron cermin di otak yang membuat kita secara otomatis meniru dan merasakan apa yang orang lain rasakan.

Contoh paling umum adalah saat menonton seseorang berbicara dengan tergesa-gesa atau memegang dada karena grogi.

Tanpa sadar, detak jantung kita ikut naik, nafas jadi pendek, bahkan otot rahang bisa menegang.

Hal itu bukan karena khawatir terhadap pesan orang tersebut, melainkan karena tubuh kita ‘menyala’ mengikuti sinyal cemas yang terpancar tanpa perlu diminta.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore