Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 16.04 WIB

Mengapa Perempuan Lebih Tertarik dengan Laki-Laki 'Nakal'? Kenali Latar Belakangnya dan Apa Saja yang Menarik Perhatian

Ilustrasi laki-laki nakal yang dikelilingi perempuan. (freepik) - Image

Ilustrasi laki-laki nakal yang dikelilingi perempuan. (freepik)

JawaPos.com - Di antara banyak laki-laki yang bisa menjadi pasangan ideal, sebagian perempuan justru lebih memilih menjalin hubungan dengan sosok yang dikenal sebagai “berandalan”.

Stereotipe ini melekat pada anggapan bahwa perempuan baik-baik sering kali tertarik pada laki-laki nakal, dan pada akhirnya, mereka pun bisa ikut berubah menjadi lebih liar.

Menurut Gentleman’s Journal, ketertarikan semacam ini muncul secara alami dan biasanya hanya bersifat sementara. Perempuan cenderung merasa tertarik pada laki-laki yang tampak berani, misterius, berbahaya, atau memiliki sisi unik yang membuatnya berbeda dan mampu menarik perhatian.

Mengapa itu terjadi

Menurut Spencer Greenberg, sebagian perempuan memang memiliki ketertarikan pada sifat-sifat yang dianggap “buruk”, seperti narsistik, dingin, hingga manipulatif. Bahkan, ada yang sampai menulis surat kepada penjahat untuk mengenal mereka lebih dekat.

Namun, perempuan yang benar-benar menyukai karakter seperti itu sebenarnya jumlahnya sangat sedikit.

Selain itu, media juga kerap meromantisasi sosok “cowok nakal”. Dalam film, serial televisi, hingga lagu-lagu populer, laki-laki dengan sifat nakal sering digambarkan sebagai sosok yang keren dan memikat, sehingga menambah daya tarik mereka di mata sebagian perempuan.

Sifat yang menarik dan yang tidak

Secara umum, perempuan cenderung lebih tertarik pada orang-orang yang berpotensi memiliki ciri khas tertentu, bukan semata-mata pada laki-laki nakal. Misalnya:

  • Kepercayaan diri
  • Kemandirian
  • Kekuatan dan keberanian
  • Kharisma
  • Kemampuan membuat pasangannya merasa spesial
  • Ketegasan
  • Harga diri tinggi

Sedangkan, beberapa perempuan merasa sifat-sifat ini tidak menarik:

  • Kurangnya kepercayaan diri
  • Lemah
  • Bergantung pada orang lain
  • Tidak tegas
  • Tidak tahu apa yang mereka inginkan
  • Suka menempel
  • Kurangnya kharisma
  • Ketertarikan terhadap perempuan yang berlebihan (obsesif terhadap perempuan)

“Aku bisa memperbaiki dia”

Menurut The Life, sebagian perempuan kerap membiarkan naluri keibuan mereka ikut terbawa dalam hubungan asmara. Hal ini membuat mereka memandang laki-laki nakal seolah sebagai “proyek” yang harus diperbaiki.

Memang, seorang perempuan bisa saja menerima sisi buruk pasangannya, tetapi keyakinan bahwa dirinya mampu mengubah pria tersebut menjadi sosok yang lebih baik adalah hal yang berbeda.

Bagi perempuan yang tumbuh dalam lingkungan penuh kekerasan, sering kali sulit membedakan antara sifat baik dan buruk pada pasangan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore