Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 01.13 WIB

Kenapa Kita Suka Nonton Drama Penuh Konflik? Ternyata Ini Alasan Psikologisnya

Ilustrasi dua pemain drama mengintip dari balik gorden (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Anda mungkin pernah mendapatkan diri Anda tidak bisa berhenti dari menonton iklan drama yang tiba-tiba muncul di TikTok. 

Entah itu rebutan cinta, konflik keluarga, atau adegan teriak-teriakan, dan anehnya semakin ribut justru semakin bikin nagih.

Ketika alur dari cerita sudah bisa ditebak, alih-alih berhenti menonton, yang dilakukan malah menonton drama tersebut hingga akhir. 

Ternyata, ada alasan psikologis kenapa manusia begitu tertarik pada drama penuh konflik. Penasaran? Simak beberapa penjelasan berikut ini.

Manusia rupanya telah terprogram sejak dulu untuk tertarik pada hal-hal yang membangkitkan emosi. Sama halnya dengan gosip, drama yang Anda tonton memicu emosi-emosi tersebut.

Dilansir dari Time, menurut riset, konflik atau drama memicu pelepasan dopamin atau yang sering disebut sebagai zat bahagia. 

Ketika menonton drama, terutama yang penuh konflik secara sadar atau tidak sadar, adegan yang ada di dalam film tersebut membangkitkan emosi.

Ketakutan atau kegembiraan saat adegan pertengkaran, rasa kasihan saat adegan sedih, hingga kepuasan saat balas dendam.

Adegan-adegan ini membangkitkan emosi yang berfluktuasi, membuat seseorang kecanduan.

Secara tidak langsung, penonton drama juga akan sedikit merasakan apa yang dirasakan oleh aktor yang ada di dalam film tersebut. 

Lalu kenapa kita tetap menonton drama yang sudah tertebak akhirnya? 

Kembali lagi pada dopamin, ketika sang protagonis di drama berhasil melakukan balas dendam, ada perasaan bahagia yang ikut menyertai penonton. 

Zat bahagia atau yang disebut dopamin berlaku sebagai reward system yang memberikan rasa kepuasan dan kesenangan terhadap drama tersebut. 

Dilansir dari Psychology Today, layaknya zat-zat adiktif lainnya seperti rokok dan psikotropika, dopamin yang dirasakan dari drama membuat seseorang kecanduan atas konflik. 

Seperti kecanduan lainnya, otak Anda akan membangun toleransi yang membuat Anda mencari thrill yang sama secara terus menerus. 

Akibatnya, seseorang akan terus menonton drama yang sudah diketahui akhir ceritanya seperti apa demi resolusi yang memuaskan. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore