Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 22.52 WIB

Mengapa Bias Kognitif Memengaruhi Pengambilan Keputusan? Psikolog Ungkap Dampak dan Strategi Mengatasinya

Bias kognitif memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, dari pilihan sehari-hari hingga keputusan penting dalam bisnis dan kehidupan sosial

JawaPos.com – Pernahkah Anda mengambil keputusan yang kemudian disesali, meski saat itu terasa benar? Fenomena ini bisa jadi akibat dari bias kognitif, yaitu pola pikir irasional yang memengaruhi cara seseorang memproses informasi dan mengambil keputusan.

Menurut jurnal Journal of Social Behavior (UII, 2023), bias kognitif bukan sekadar kesalahan berpikir biasa, melainkan hasil dari cara otak menyederhanakan informasi yang kompleks.

Otak manusia bekerja cepat dengan menggunakan mental shortcut, namun sering kali jalan pintas inilah yang menimbulkan distorsi logika.

Apa itu bias kognitif dan mengapa berbahaya?

Bias kognitif adalah kecenderungan berpikir yang menyimpang dari rasionalitas. Menurut penelitian di ScienceDirect (2022), bias kognitif bisa membuat seseorang menilai situasi dengan tidak objektif, bahkan melahirkan keputusan yang merugikan.

Bias kognitif dapat memengaruhi siapa saja, mulai dari pelajar, pekerja, hingga pemimpin perusahaan. Penelitian yang dimuat dalam PMC Journal (2022) menegaskan bahwa individu dengan tingkat stres tinggi cenderung lebih mudah terjebak pada bias, karena kondisi emosional memengaruhi kemampuan berpikir rasional.

Di dunia bisnis, misalnya, pengambil keputusan sering kali terjebak overconfidence bias, yaitu terlalu percaya diri pada analisisnya sendiri, meski tanpa data valid. Sementara dalam kehidupan sosial, halo effect membuat seseorang menilai orang lain hanya berdasarkan kesan pertama, tanpa melihat bukti lain yang lebih akurat.

Di mana dampak bias kognitif paling terasa?

Bias kognitif bisa terlihat nyata dalam berbagai konteks kehidupan. Dalam perusahaan, kesalahan analisis akibat bias bisa berakibat pada kerugian finansial. Menurut Assa Journal (2022), bias dalam pengambilan keputusan bisnis dapat menghambat inovasi, karena pimpinan lebih memilih strategi yang terasa aman daripada mengeksplorasi opsi baru.

Di ranah hukum, bias kognitif juga dapat memengaruhi hakim atau juri. Penelitian dari Humaniora Sains (2023) menyebutkan bahwa persepsi subjektif sering kali memengaruhi putusan, meski bukti faktual sudah jelas tersedia.

Psikolog menjelaskan bahwa bias kognitif mulai terbentuk sejak manusia belajar menyerap informasi di masa kecil. Otak secara alami mencari pola cepat untuk menghemat energi berpikir. Namun, pola ini justru bisa menyesatkan. Menurut PIJED Journal (2022), bias cenderung semakin kuat ketika seseorang tumbuh di lingkungan dengan informasi yang homogen, tanpa banyak paparan pada perspektif berbeda.

Mengapa bias kognitif begitu sulit dihindari?

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore