Karyawan muda semakin memilih quiet quitting sebagai cara menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup./Freepik.
JawaPos.com – Belakangan istilah quiet quitting menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan generasi muda yang baru menapaki dunia kerja.
Fenomena ini bukan berarti berhenti bekerja, melainkan memilih untuk menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dasar tanpa memberikan usaha lebih.
Lantas, mengapa banyak anak muda mengambil sikap ini, dan apa dampaknya bagi masa depan karier mereka?
Apa Itu Quiet Quitting?
Menurut World Economic Forum (2022), quiet quitting bukanlah tindakan resign, melainkan sikap mental untuk berhenti melakukan pekerjaan di luar deskripsi yang tertulis.
Mereka tetap hadir dan bekerja, tetapi menolak budaya “overwork” yang dianggap menguras energi tanpa imbalan yang sepadan.
Fenomena ini semakin meluas seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya work-life balance.
Penelitian dalam jurnal Asian Management and Business Review (2024) mencatat, pemicunya antara lain frustrasi akibat beban kerja tinggi, kurangnya pengakuan, hingga budaya kerja yang toxic.
Siapa yang Melakukannya?
Fenomena quiet quitting paling sering dijumpai pada generasi Z dan milenial. Menurut Forbes (2022), mereka cenderung menolak budaya kerja “hustle” atau mati-matian demi jabatan.
Sebaliknya, generasi muda menekankan pentingnya kesehatan mental, waktu bersama keluarga, serta kesempatan berkembang di luar pekerjaan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
