
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (6/2). (Istimewa)
JawaPos.com - PDI Perjuangan akan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-53 dengan menggelar sejumlah kegiatan, salah satunya ajang lari bertajuk Soekarno Run 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (15/1).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengapresiasi pelaksanaan Soekarno Run 2026 yang digagas sepenuhnya oleh kalangan muda.
Ia menyoroti keterlibatan 10 mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus yang berperan aktif dalam penyelenggaraan acara tersebut.
“Terima kasih atas gagasan dan prakarsa anak-anak muda kita. Dengan semangat ‘berlari di atas kaki sendiri’, kegiatan ini menggelorakan pentingnya kemandirian bagi pemuda Indonesia,” kata Hasto di kawasan GBK, Jakarta, Jumat (6/2).
Ia menambahkan, Soekarno Run tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas olahraga untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani, tetapi juga sebagai sarana membangun kedekatan emosional dengan Sang Proklamator.
Melalui kegiatan ini, Hasto berharap peserta dapat menghayati nilai, pemikiran, serta gagasan Bung Karno, sekaligus menumbuhkan kedisiplinan demi memperkuat semangat Indonesia Raya.
Sementara, Ketua Komite Soekarno Run, Syaeful Mujab, menjelaskan bahwa pelaksanaan Soekarno Run tahun ini memiliki ciri khas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu keunikan tersebut terletak pada keterlibatan 10 mantan pimpinan organisasi mahasiswa lintas perguruan tinggi yang dipercaya menjadi bagian dari panitia.
Menurut Mujab, hal tersebut merupakan perwujudan nyata pesan Bung Karno tentang peran strategis pemuda dalam menggerakkan perubahan.
“Bung Karno pernah mengatakan, ‘Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia.’ Hari ini, Soekarno Run dipimpin oleh sepuluh mantan ketua organisasi mahasiswa dari berbagai kampus. Ini menegaskan bahwa kekuatan pemuda adalah motor perubahan,” tutur Mujab.
Pandangan serupa disampaikan Virdian Aurelio Hartono. Ia menilai, Soekarno Run 2026 memberi ruang lebih luas bagi pelajar dan generasi muda, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari pelaksana kegiatan.
“Perubahan bangsa selalu berada di tangan pelajar. Tahun ini menjadi istimewa karena pelajar dilibatkan langsung dalam pelaksanaan. Kami ingin menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya bersuara soal keadilan, tetapi juga mampu menyalurkan semangat kebangsaan melalui budaya populer, seperti olahraga lari dan penggunaan jersey yang menarik, sambil tetap mengenang sejarah besar Bapak Bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Melkisedek Huang menekankan pentingnya olahraga sebagai medium penanaman nilai-nilai kebangsaan.
Menurut dia, tren lari yang tengah digemari generasi muda perlu diiringi dengan pemahaman sejarah yang benar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
