
Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara, menunjukkan kesalahpahaman akibat kata-kata yang tidak tepat./Freepik
JawaPos.com - Terkadang, kata-kata yang kita ucapkan dalam percakapan sehari-hari tidak selamanya memiliki dampak positif.
Beberapa frasa, meskipun biasa digunakan, dapat menyiratkan kesan yang tidak disengaja. Penggunaan kalimat-kalimat ini bisa jadi menandakan ketidakpahaman mendalam terhadap suatu makna.
Melansir dari Geediting.com Selasa (26/8), ada delapan ungkapan yang sering dipakai tanpa sadar akan efeknya. Kalimat-kalimat ini kerap menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap standar penggunaan bahasa. Berikut adalah delapan ungkapan yang perlu diwaspadai dalam percakapan.
1. "Saya bisa lebih tidak peduli"
Ungkapan ini sering kali salah digunakan ketika seseorang ingin menyampaikan ketidakpeduliannya. Yang benar, seharusnya adalah "saya tidak bisa lebih tidak peduli". Frasa ini menyiratkan bahwa Anda tidak terlalu peduli, padahal maksudnya Anda tidak peduli sama sekali.
2. "Untuk semua tujuan intensif"
Frasa ini adalah miskonsepsi umum dari "untuk semua maksud dan tujuan". Kata "intensif" di sini tidak tepat dan tidak memiliki hubungan dengan makna aslinya. Ungkapan ini terdengar seperti Anda salah mengartikan idiom yang sudah baku.
3. "Tanpa peduli"
Ungkapan ini, yang merupakan gabungan dari "terlepas dari" dan "tanpa peduli", tidak termasuk dalam kosakata bahasa baku. Orang yang menggunakannya mungkin ingin menekankan suatu poin. Namun, kata "tanpa peduli" sudah cukup untuk menyampaikan makna yang sama.
4. "Saya sudah melakukannya"
Pola kalimat ini sering terdengar dalam percakapan kasual dan tidak mengikuti aturan tata bahasa yang benar. Seharusnya, Anda menggunakan "saya sudah melakukannya" atau "saya telah melakukannya." Kesalahan tata bahasa ini dapat membuat seseorang terlihat kurang terpelajar.
5. "Menjepitnya di pantat"
Ini adalah salah satu kesalahan paling klasik dalam penggunaan idiom dan terdengar agak konyol. Frasa yang benar adalah "nip it in the bud," yang berasal dari dunia hortikultura dan berarti menghentikan masalah sejak awal. Salah penggunaan ini menunjukkan ketidakpahaman makna yang sebenarnya.
6. "Anda akan mendapatkan hal lain"
Ungkapan ini sering digunakan sebagai peringatan atas konsekuensi yang akan terjadi. Frasa yang benar dan lebih umum adalah "Anda akan mendapatkan kejutan lain". Penggunaan yang salah dapat membingungkan lawan bicara dan terkesan aneh.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
