Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 15.34 WIB

Mengupas Psikologi di Balik Rasa Takut Gagal, Mengapa Fear of Failure Bisa Hambat Potensi Diri

Rasa takut gagal atau fear of failure dapat memengaruhi kesehatan mental sekaligus menghambat potensi seseorang jika tidak dikelola dengan baik

JawaPos.com – Pernah merasa ragu untuk mencoba hal baru karena takut gagal? Atau memilih mundur sebelum memulai karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan? Kondisi ini dikenal dengan istilah fear of failure atau rasa takut gagal, yang menurut psikologi modern menjadi salah satu faktor besar penghambat perkembangan diri.

Menurut Journal of Education and Counseling Youth (2023), rasa takut gagal adalah kondisi emosional yang muncul ketika seseorang meyakini kegagalan akan membawa konsekuensi negatif, baik berupa penilaian sosial, kehilangan harga diri, maupun rasa malu yang mendalam.

Alih-alih memandang kegagalan sebagai pengalaman belajar, individu dengan fear of failure justru menghindari tantangan baru.

Mengapa Orang Takut Gagal?

Secara psikologis, fear of failure sering kali berakar pada pengalaman masa lalu. Penelitian dalam Buku “Fear of Failure” (IAIN Pontianak) menjelaskan bahwa pola asuh yang terlalu menuntut kesempurnaan atau lingkungan kompetitif bisa menumbuhkan keyakinan bahwa gagal berarti tidak berharga.

Selain itu, menurut SACAP (South African College of Applied Psychology), rasa takut gagal juga dipengaruhi oleh standar pribadi yang terlalu tinggi. Individu perfeksionis cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai bencana besar, sehingga lebih mudah terjebak dalam kecemasan berlebih sebelum mencoba sesuatu.

Dampak Rasa Takut Gagal

Fear of failure tidak hanya menghambat pencapaian, tapi juga berdampak pada kesehatan mental. Menurut VeryWell Health, kondisi ini bisa memicu stres kronis, kecemasan sosial, bahkan depresi. Seseorang yang terlalu takut gagal biasanya menghindari kesempatan berharga, menunda pekerjaan, atau memilih jalan yang dianggap aman meski tidak sesuai passion.

Hal ini diperkuat oleh studi dari Jurnal Pendidikan Tambusai (2024), yang menemukan bahwa mahasiswa dengan tingkat fear of failure tinggi lebih sering mengalami prokrastinasi akademik. Mereka menunda tugas karena takut hasilnya tidak sempurna, padahal justru membuat kinerja semakin menurun.

Dalam jangka panjang, pola ini bisa menciptakan lingkaran setan: takut gagal → menghindar → kehilangan kesempatan → penyesalan → semakin takut gagal.

Hubungan dengan Kesehatan Mental dan Sosial

Dampak rasa takut gagal tidak berhenti pada individu. Menurut penelitian di Unmer Malang (Senasif Journal), fear of failure juga berpengaruh pada dinamika sosial. Orang dengan rasa takut berlebih cenderung menarik diri dari lingkungan, menolak tantangan kerja, hingga kehilangan kepercayaan diri dalam hubungan sosial.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore