Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 12.20 WIB

Takut Ditolak? Hati-Hati, Kamu Mungkin Sedang Terjebak dalam Pola People Pleasing

Ilustrasi people pleaser senang ketika mendapat validasi orang lain (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi people pleaser senang ketika mendapat validasi orang lain (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Jika kamu pernah mengalami penolakan dari lingkungan sekitar yang akhirnya membuat kamu melakukan segala cara agar diterima, mungkin kamu adalah seorang dengan karakteristik people pleaser.

Kamu selalu berusaha untuk mendahulukan kepentingan orang di sekitarmu, meski itu berarti mengesampingkan kebahagiaanmu sendiri.

Mungkin sekali-dua kali, kamu akan mendapatkan apresiasi mereka ketika melakukan hal seperti itu. Sejenak, kamu akan merasa diterima dan berguna.

Selanjutnya, mereka akan terus-terusan mengandalkan kamu untuk hal-hal lain, dan kamu akan semakin sulit menolaknya. Capek, bukan?

Sebuah penelitian dari Universitas Jenderal Ahmad Yani menunjukkan bahwa perilaku people pleasing membentuk pola yang sulit diputus. Perilaku ini berdampak negatif pada psikologi seseorang.

Orang dengan karakter ini cenderung takut akan penolakan dan memiliki tingkat kepercayaan diri rendah yang membuat mereka butuh diterima, divalidasi, dan dicintai oleh orang lain.

Banyak faktor yang menyebabkan perilaku ini, di antaranya pengalaman traumatik, pola asuh yang buruk dan terlalu permisif, bahkan otoriter.

Ketika seseorang merasa sedang berada dalam situasi terancam dan tidak aman, ia akan cenderung menuruti apa kata orang lain untuk menyenangkan orang tersebut.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, perilaku ini berdampak pada psikologis sang people-pleaser. Gejala psikologis seperti gangguan kecemasan, depresi, rasa tak berharga, akan senantiasa menghantui.

Cara Mengatasi Sifat People Pleaser

Meski begitu, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perilaku ini. Jika kamu ingin lepas dari sosok people pleaser dalam diri kamu, cobalah langkah-langkah ini:

1. Bangun Pola Komunikasi Asertif

Komunikasi asertif dapat membantu seseorang memperjuangkan hak dan kebutuhannya sendiri tanpa harus mengabaikan kebutuhan orang lain.

Para people pleaser menganggap bahwa mementingkan diri sendiri adalah tindakan jahat dan dapat menyakiti orang lain.

Komunikasi asertif melatih mereka untuk tidak berpikir demikian. Caranya, dengan mengungkapkan perasaan secara perlahan, menggunakan kata-kata seperti, "Aku merasa … karena …"

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore