
Ilustrasi overthinker (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Sebagai seorang overthinker, kamu mungkin menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, mulai dari hal sepele seperti menu makanan hingga masalah serius seperti pilihan masa depan. Meskipun terkadang overthinking dapat membantumu menghindari kesalahan, ada kalanya kebiasaan ini justru membawa dampak negatif.
Overthinking bisa mengganggu kehidupan sosial, menghambat kinerja kelompok, dan menimbulkan berbagai masalah lain. Meski ada sisi positifnya, dampak negatif dari overthinking cenderung lebih dominan. Kamu mungkin berpikir bahwa overthinking hanyalah sifat atau kebiasaan tanpa sebab, seolah-olah memang bagian dari dirimu sejak lahir.
Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa alasan psikologis di balik kebiasaan overthinking? Dilansir dari Well and Good dan Nick Wignall, berikut adalah enam alasan psikologis mengapa kamu cenderung terlalu banyak berpikir:
1. Kebiasaan di Masa Kecil
Bagaimana kamu dibesarkan dan lingkungan tempat kamu tumbuh di masa kecil sangat berperan dalam membentuk pola pikirmu. Seseorang bisa menjadi overthinker karena tumbuh dengan kekhawatiran yang terus-menerus. Contohnya, khawatir soal uang karena dibesarkan oleh orang tua yang sering mengeluh tentang biaya, atau overthinking atas sikap dan perilaku karena pernah dirundung tanpa alasan. Kebiasaan ini secara tidak sengaja terbawa hingga dewasa, mempengaruhi cara berpikir mereka di perkuliahan atau dunia kerja.
2. Mekanisme Pertahanan Diri
Overthinking juga bisa menjadi mekanisme pertahanan diri. Bagi sebagian orang, terlalu banyak hal terjadi di dunia luar sehingga mereka tenggelam dalam pikiran sebagai solusi. Pikiran menjadi tempat persembunyian yang aman dari "keramaian" dunia luar, sebuah cara untuk melindungi diri dari situasi yang terasa mengancam atau tidak terkendali.
3. Ilusi Memegang Kendali
Alasan psikologis lainnya adalah adanya ilusi kontrol. Ketika melihat orang lain kesulitan atau ada masalah yang perlu dipecahkan, alih-alih bertindak, kamu bisa berakhir overthinking tentang apa yang seharusnya dilakukan. Meski tidak ada tindakan nyata, kamu menciptakan ilusi bahwa kamu memegang kendali dan terlibat dalam isu tersebut melalui pikiranmu.
4. Solusi dari Ketidakpastian
Overthinking sering kali menjadi cara untuk menghadapi ketidakpastian. Ketika dihadapkan pada masalah pekerjaan, kuliah, atau keluarga yang tidak jelas penyelesaiannya, seseorang bisa tenggelam dalam pikiran yang berlebihan. Mereka berharap dengan berpikir lebih keras, solusi atau pemecahan masalah akan muncul, daripada membiarkan ketidakpastian itu menggerogoti.
5. Sikap Perfeksionis
Sikap perfeksionis juga menjadi pemicu overthinking. Seorang perfeksionis menuntut kesempurnaan, baik dari diri sendiri maupun orang lain. Mereka bisa terus-menerus overthinking tentang tugas kuliah, proyek kantor, atau bahkan percakapan yang dianggap belum sempurna. Mereka sulit melepaskan atau merelakan sesuatu yang menurut mereka kurang.
6. Kebiasaan Menunda-nunda
Overthinking bisa menjadi alasan untuk menunda pekerjaan. Seseorang bisa terus-menerus overthinking tentang tugas atau tanggung jawab karena takut gagal, khawatir material kurang, atau alasan lain yang berlebihan. Pada akhirnya, semua pikiran itu tidak menghasilkan tindakan nyata dan tugas pun tidak dikerjakan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
