
Ilustrasi perundungan atau bullying. (Freepik)
JawaPos.com - Maraknya kasus perundungan di sekolah hingga hari ini, masih menjadi perhatian masyarakat.
Awal tahun ajaran 2025-2026 lalu, seorang siswa baru kelas VII SMP di Blitar di-bully saat Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (18/7).
Dilansir JawaPos.com dari artikel yang tayang (24/7), korban tidak hanya mengalami kekerasan fisik, namun juga psikologis hingga menimbulkan trauma.
Salah satu dampak perundungan adalah terhambatnya proses komunikasi pada anak.
Korban bullying kronis dapat mengalami masalah psikologis seperti kehilangan kepercayaan diri, mengalami gangguan kecemasan, dan stress atau bahkan depresi.
Tanda trauma pada anak dapat mengubah anak menjadi pendiam, pemurung, lemas, dan takut saat bertemu orang baru.
Menurut Algi Zahira Larasati, seorang peneliti dari Universitas Negeri Surabaya, proses adaptasi komunikasi pada anak korban perundungan dapat menjadi proses yang sulit dan butuh waktu.
Dalam penelitiannya yang berjudul Pola Komunikasi Pasca Trauma: Studi Kasus Terkait Strategi Adaptasi Komunikasi pada Korban Perundungan (2023), Larasati menyebut bahwa meski butuh waktu, ada hal yang bisa dilakukan untuk memulihkan komunikasi korban.
Cara tersebut adalah dengan mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan diri dan mengubah pola pikir korban.
Korban yang mulanya ragu dan takut memulai komunikasi, menjadi yakin dan percaya diri untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Strategi penyembuhan ini dapat dilatih secara bertahap, dari komunikasi individu, lalu komunikasi kelompok, agar korban tidak tertekan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
