Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 03.00 WIB

7 Kalimat “Sepele” yang Sering Diucapkan Istri, Tapi Diam-Diam Bisa Merusak Hubungan Pernikahan Menurut Psikologi

Potret hubungan pernikahan. (Pexels.com/LusiQuintero) - Image

Potret hubungan pernikahan. (Pexels.com/LusiQuintero)

JawaPos.com - Dalam rumah tangga, pertengkaran bukanlah hal yang asing. Namun, seringkali masalah kecil justru membesar karena pilihan kata yang tidak tepat. 

Banyak istri tidak sadar bahwa ungkapan-ungkapan yang mereka lontarkan saat emosi bisa terdengar kritis, menyakitkan, bahkan menjatuhkan harga diri pasangan. Padahal, maksud sebenarnya hanyalah ingin dimengerti atau dibantu.

Pakar hubungan menyebut, komunikasi yang penuh kritik akan memicu sikap defensif dari suami, membuat hubungan terasa renggang, dan berujung pada kebencian yang menumpuk.

Alih-alih menyelesaikan masalah, kata-kata tersebut justru menjadi racun dalam hubungan pernikahan

Inilah tujuh frasa yang sering diucapkan istri tanpa sadar, namun sebenarnya bisa merusak keharmonisan rumah tangga, seperti dirangkum dari laman Your Tango.

1. “Kamu tidak pernah mendengarkan.”

Ungkapan ini sering keluar saat istri merasa diabaikan. Namun, mengatakan bahwa pasangan tidak pernah mendengarkan terkesan menyapu bersih usaha suami untuk memahami. 

Menurut pakar, pria dan wanita memang memiliki tujuan komunikasi berbeda, pria lebih fokus pada solusi, sementara wanita menganggap komunikasi itu sendiri penting untuk koneksi emosional.

Saat kalimat ini terus diulang, hubungan bisa terasa dingin karena pasangan merasa tidak pernah dihargai meski sudah berusaha.

2. “Aku seharusnya tidak perlu mengingatkanmu.”

Kalimat ini biasanya muncul di tengah kepenatan mengurus rumah tangga. Misalnya, ketika suami lupa membeli sesuatu, istri melontarkan kalimat ini dengan nada menghakimi. 

Padahal, setiap orang bisa lupa. Menurut ahli, menyalahkan hanya akan merusak kerja sama dalam rumah tangga. Sebaiknya gunakan pendekatan yang lebih solutif agar pasangan terdorong untuk lebih peduli tanpa merasa dipermalukan.

3. “Kenapa kamu tidak bisa langsung benar sejak awal?”

Tidak ada orang yang selalu benar. Namun, ketika kesalahan kecil langsung dibalas dengan kritik tajam, suami bisa merasa tidak dihargai. 

Menurut pakar hubungan, komunikasi yang terlalu menuntut akan membuat pasangan defensif dan bisa mengikis rasa cinta. Lebih baik menghargai usaha suami terlebih dahulu, lalu menyampaikan masukan dengan cara yang membangun.

4. “Saya bahkan tidak tahu mengapa saya meminta bantuan.”

Kalimat ini sering muncul saat frustasi memuncak. Mengatakannya sama saja dengan menolak peran suami dalam rumah tangga. Alih-alih menyelesaikan masalah, ucapan ini justru memperkuat perasaan tidak berguna pada pasangan.

Padahal, konflik dalam rumah tangga adalah kesempatan untuk tumbuh bersama, asalkan dibicarakan dengan terbuka tanpa saling menjatuhkan.

5. “Jika kamu mencintaiku, kamu pasti tahu apa yang kubutuhkan.”

Banyak istri berharap suami bisa membaca pikiran. Namun, asumsi seperti ini bisa menjadi jebakan. Menurut pakar, pasangan tidak akan tahu kebutuhan kita kecuali kita mengatakannya dengan jelas. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore