Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Agustus 2025 | 22.07 WIB

Dampak Burnout dan Ciri-cirinya pada Hubungan Romantis, Salah Satunya Mudah Kesal dengan Pasangan

Ilustrasi seseorang burnout dan pasangannya (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang disebabkan oleh stress berkepanjangan akibat tuntutan hidup ataupun pekerjaan.

Dilansir dari laman Halodoc dan Siloam Hospitals pada Jumat (15/8), burnout bisa dipicu oleh adanya stress secara terus menerus dan tidak bisa diatasi. Gejala burnout ditandai oleh hilangnya semangat dan minat untuk melakukan aktivitas, mulai membenci aktivitas yang dilakukan/digeluti, merasa diri tidak berharga, cenderung mudah marah dan tertutup dari lingkungan sosial, tubuh mudah sakit seperti sakit kepala, serta munculnya gejala emosional dan mental lainnya seperti depresi, mudah menangis, dan lainnya.

Dampak Burnout dan Ciri-Cirinya pada Hubungan Romantis

Dilansir dari laman Psychology Today pada Jumat (15/8), beberapa penelitian terakhir menemukan bahwa kecemasan, depresi dan menutup diri dari lingkungan pada saat burnout dapat pula berdampak pada hubungan intim seseorang. Walaupun seseorang ingin memisahkan kondisi saat bekerja dan hubungan intim seperti pasangan, dampak burnout tidak dapat dihindari.  

Pasang surut emosi antara pekerjaan dan hubungan seseorang berjalan dua arah. Ketika seseorang mengalami stress di tempat kerja akan berdampak pada kondisi emosionalnya ketika berinteraksi dengan pasangan di rumah. Begitu pula sebaliknya, ketika seseorang sedang memperjuangkan hubungan dengan pasangannya, alokasi energi akan difokuskan untuk hubungan. Kondisi ini berdampak pula pada berkurangnya energi untuk pekerjaannya. Burnout atau kelelahan akibat pekerjaan dapat mempengaruhi hubungan seseorang dengan pasangan.

Adapun ciri-ciri burnout yang telah berdampak pada hubungan romantis dengan pasangan di antaranya:

1. Mudah kesal dengan pasangan

Perilaku yang tampak begitu sepele seperti meninggalkan handuk di lantai, bersuara keras saat mengunyah makanan  dan sebagainya bisa menjadi terasa sangat menjengkelkan. Seseorang menjadi kesulitan untuk mengabaikan atau menyepelekan kekurangan kecil pasangan ketika mengalami burnout.

2. Kurang bersemangat melakukan hal-hal yang biasa dilakukan bersama pasangan

Seseorang akan mulai kurang bersemangat melakukan hal-hal yang biasa dinikmati bersama pasangan seperti menonton TV bersama, makan di luar, berolahraga bersama dan lainnya. Aktivitas bersama pasangan terasa kurang menarik dan seseorang merasa terlalu lelah atau terasa sia-sia ataupun tidak menyenangkan lagi untuk melakukannya ketika mengalami burnout.

3. Merasa terasing secara emosional dan tidak mampu terhubung

Seseorang yang mengalami burnout mulai tidak merasa perlu untuk berbagi pikiran dan emosionalnya dengan pasangan. Hal tersebut dianggap mulai terasa sia-sia dan tidak bermanfaat atau membantu. Seseorang pun mulai merasa pasangan tidak akan mengerti, tidak akan cukup peduli atau hal tersebut dinilai tidak sesuai.

4. Merasa kurang tertarik untuk berhubungan seks

Kelelahan fisik akibat burnout meningkatkan hormon stress yaitu kortisol. Hormon tersebut dapat mematikan sebagian besar hasrat seksual. Depresi yang diderita seseorang dapat pula menurunkan libido sehingga sulit menikmati hubungan seks dengan suami/istri.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore