Kurangnya motivasi diri adalah salah satu kebiasaan pria pemalas (freepik)
JawaPos.com - Banyak orang bermimpi memiliki hidup yang sukses, mapan, dan bahagia. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa menjadi “rem tak terlihat” yang menghambat kemajuan.
Menurut psikologi, sifat malas bukan hanya soal enggan bergerak atau bekerja, tetapi juga cerminan dari pola pikir (mindset), regulasi emosi, dan sikap terhadap tanggung jawab.
Pria yang terjebak dalam kebiasaan malas cenderung menunjukkan ciri-ciri kepribadian seperti rendahnya disiplin diri (low conscientiousness), kurangnya motivasi intrinsik, dan kecenderungan menunda-nunda (procrastination).
Jika kebiasaan ini dibiarkan, dampaknya bukan hanya terasa pada karier, tetapi juga pada kesehatan mental, relasi, dan rasa percaya diri.
Artikel kali ini akan membahas tuntas mengenai beberapa kebiasaan tersebut sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (11/8) sebagai berikut :
Menunda-nunda pekerjaan adalah salah satu ciri paling menonjol dari pria pemalas dan menjadi faktor terbesar yang bisa menghambat kemajuan hidup.
Dari sisi psikologi, perilaku ini sering bukan sekadar masalah manajemen waktu, melainkan bentuk self-regulation failure yaitu kegagalan mengatur dorongan, emosi, dan prioritas.
Menurut penelitian Pychyl & Flett (2012) dari Journal of Rational-Emotive & Cognitive-Behavior Therapy, procrastination (suka menunda-nunda) berkaitan erat dengan emosi negatif seperti rasa takut gagal, perfeksionisme, dan rendahnya motivasi intrinsik.
Artinya, menunda pekerjaan seringkali adalah mekanisme menghindar dari tugas yang dirasa menantang atau memicu kecemasan.
Dalam konteks pria pemalas, menunda-nunda menjadi lingkaran setan yaitu semakin banyak menunda, semakin besar beban yang menumpuk, semakin sulit bergerak maju dalam hidup.
Kurangnya motivasi diri adalah salah satu penghambat utama kesuksesan yang sering ditemukan pada pria dengan kecenderungan malas.
Dalam psikologi, motivasi dibagi menjadi motivasi intrinsik (dorongan dari dalam diri, seperti keinginan berkembang atau rasa ingin tahu) dan motivasi ekstrinsik (dorongan dari luar, seperti uang atau pujian).

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
