Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 02.24 WIB

Mengetahui 8 Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Berlari Maraton

Seorang pelari maraton menunjukkan ekspresi lega dan lelah saat melewati garis finis, menandai pencapaian fisik dan emosional yang luar biasa. (Freepik) - Image

Seorang pelari maraton menunjukkan ekspresi lega dan lelah saat melewati garis finis, menandai pencapaian fisik dan emosional yang luar biasa. (Freepik)

JawaPos.com - Berlari maraton merupakan tantangan fisik luar biasa yang menguji batas kekuatan tubuh manusia. Di balik euforia saat mencapai garis finis, ada serangkaian perubahan dramatis yang terjadi di dalam tubuh. Perubahan ini memengaruhi segalanya, dari tingkat energi hingga sistem imun.

Melansir dari Geediting.com Minggu (3/8), penting sekali untuk memahami proses ini sebelum atau sesudah maraton. Pemahaman tersebut dapat membantu pelari mempersiapkan diri lebih baik dan memastikan pemulihan optimal. Ini adalah delapan hal yang terjadi pada tubuh Anda saat berlari maraton.

1. Level Energi Akan Menurun Drastis

Maraton adalah kegiatan yang paling menguras energi secara menyeluruh. Tubuh Anda menjadi mesin pembakar energi, pertama-tama menggunakan glukosa dan kemudian glikogen otot. Jika Anda tidak mengonsumsi kalori selama lari, tubuh akan kehabisan bahan bakar.

Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai "hitting the wall" atau "bonking," membuat pelari merasa sangat kelelahan.

2. Terjadi Penurunan Tingkat Hidrasi

Dehidrasi adalah tantangan terbesar selama maraton, karena tubuh kehilangan banyak cairan. Penurunan cairan tubuh ini bisa sangat berbahaya, memengaruhi kinerja dan kesehatan. Kekurangan cairan ini menyebabkan konsentrasi elektrolit dalam tubuh meningkat.

Penting untuk tetap terhidrasi dengan baik, karena dehidrasi serius bisa berujung pada masalah kesehatan.

3. Otot Mengalami Kerusakan Mikroskopis

Setiap langkah selama maraton memberikan tekanan besar pada otot-otot kaki. Hal ini menyebabkan robekan mikroskopis pada serat otot. Kondisi ini mungkin terdengar mengkhawatirkan, tetapi merupakan bagian normal dari latihan fisik intensif.

Robekan ini adalah alasan mengapa otot terasa sakit setelah lari. Tubuh akan memperbaiki otot, menjadikannya lebih kuat dari sebelumnya.

4. Jantung dan Paru-paru Bekerja Ekstra

Maraton adalah latihan kardiovaskular yang luar biasa, memacu jantung memompa lebih banyak darah beroksigen. Paru-paru juga bekerja lembur untuk memastikan ketersediaan oksigen dalam aliran darah. Seluruh sistem ini bekerja keras untuk memasok kebutuhan tubuh.

Peningkatan denyut jantung ini membantu otot menerima oksigen yang dibutuhkan agar tetap aktif.

5. Muncul Respon Imun yang Melemah

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore