Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 22.14 WIB

4 Gaya Hidup Mahal yang Menjadi Kompensasi dari Masa Kecil yang Penuh Keterbatasan

Ilustrasi orang dengan gaya mewah. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang dengan gaya mewah. (Freepik)

JawaPos.Com - Tak semua orang membelanjakan uangnya untuk gaya hidup mewah semata-mata karena kesenangan atau kebiasaan pamer. 

Di balik tas-tas desainer, mobil mewah, atau perhiasan berkilau yang tampak memikat, sering kali tersembunyi cerita masa lalu yang sunyi. 

Banyak individu yang tumbuh dalam keterbatasan, mereka yang dulu harus puas dengan sepatu sobek, baju turun-temurun, atau hanya bisa melihat dari jauh barang-barang yang mereka impikan. 

Ketika akhirnya mereka berhasil secara finansial, hasrat untuk “membalas masa kecil” muncul secara tidak sadar. 

Barang-barang mahal yang kini mereka miliki bukan hanya simbol kesuksesan, melainkan juga menjadi bentuk kompensasi emosional atas kekurangan yang dulu harus ditanggung dalam diam. 

Dilansir dari Geediting, inilah empat gaya hidup mahal yang sering kali menjadi jembatan antara luka masa kecil dan pencapaian masa kini.

1. Koleksi Tas Mewah sebagai Simbol Harga Diri

Tas desainer seperti Chanel, Hermès, atau Louis Vuitton bukan hanya soal mode, bagi sebagian orang itu adalah lambang kemenangan pribadi. 

Seseorang yang masa kecilnya tak pernah punya barang baru, yang tumbuh dengan tas sekolah bekas milik kakaknya, bisa jadi sangat mendambakan tas desainer ketika dewasa. 

Ketika akhirnya mampu membeli satu, dan kemudian dua, lalu terus bertambah, itu bukan sekadar koleksi. 

Itu adalah cara untuk mengatakan pada dirinya sendiri, “Aku berhasil. Aku layak memiliki ini.”

Gaya hidup ini tidak selalu berkaitan dengan pamer. Banyak orang yang merasa memiliki ikatan emosional dengan barang-barang tersebut, karena setiap tas mewakili perjuangan yang pernah dilalui. 

Mungkin tas pertama dibeli dari gaji pertama, atau tas kedua sebagai hadiah untuk diri sendiri setelah melewati masa sulit. 

Tanpa disadari, tas mewah menjadi bentuk perayaan diri sekaligus alat untuk menyembuhkan luka tak kasatmata dari masa kecil yang serba kekurangan.

2. Mobil Mewah Sebagai Lambang ‘Pelarian’ dari Masa Sulit

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore