Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 15.44 WIB

Orang yang Diam-Diam Menarik Diri dari Dunia Luar Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang diam-diam menarik diri dari dunia luar. (Freepik/EyeEm) - Image

seseorang yang diam-diam menarik diri dari dunia luar. (Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Tidak semua orang menua dengan cara yang sama. Ada yang semakin terbuka, aktif, dan mudah bergaul, tetapi ada pula yang justru menarik diri perlahan-lahan dari dunia luar.

Mereka bukan sepenuhnya antisosial atau membenci orang lain, tetapi pilihan untuk menyendiri menjadi lebih sering seiring bertambahnya usia.

Dalam psikologi, perilaku ini dikenal sebagai social withdrawal, yaitu sebuah pola menarik diri secara emosional, sosial, dan bahkan fisik dari interaksi sosial yang dulunya akrab.

Menarik diri dari dunia luar bukan berarti seseorang mengalami depresi atau gangguan jiwa, tetapi bisa menjadi respons adaptif terhadap pengalaman hidup, kelelahan emosional, atau pergeseran nilai dan prioritas.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (26/7), terdapat 7 perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang diam-diam menarik diri dari dunia luar menurut pandangan psikologi:

1. Mulai Menghindari Interaksi yang Dulu Mereka Nikmati

Seseorang yang mulai menarik diri dari dunia luar cenderung menghindari acara sosial yang dulu mereka sukai—seperti reuni keluarga, pertemuan komunitas, atau sekadar nongkrong dengan teman lama.

Mereka bisa saja punya alasan logis, seperti "sudah terlalu capek," "tidak nyaman," atau "lebih tenang di rumah," namun secara psikologis ini bisa menandakan adanya pergeseran preferensi yang dalam.

Menurut teori Erik Erikson, fase perkembangan dewasa lanjut membawa individu pada tahap refleksi dan penilaian terhadap hidup.

Dalam proses ini, sebagian orang lebih memilih untuk berdiam dan menyendiri, bukan karena tidak bahagia, tetapi karena mencari makna.

2. Lebih Sering Menyalahkan Waktu dan Energi

Orang yang menarik diri cenderung menganggap aktivitas sosial sebagai hal yang menyita energi.

Mereka akan sering mengatakan, “Saya sudah tidak kuat seperti dulu,” atau “Waktuku sekarang hanya untuk istirahat.”

Meski ada benarnya, di sisi lain ini juga bisa menjadi mekanisme pertahanan untuk menghindari hal-hal yang secara emosional terasa berat atau tidak relevan lagi bagi mereka.

Psikolog Carl Jung menyebut hal ini sebagai pergeseran dari orientasi eksternal (ekstroversi) ke orientasi internal (introversi) di usia menengah dan lanjut—sebuah proses alami dalam pertumbuhan kepribadian.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore