Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 01.41 WIB

Bukan Lagi Prioritas: Psikologi Ungkap Perilaku Wanita yang Diam-Diam Sudah Menyerah Pada Cinta

Ilustrasi wanita yang diam-diam sudah tak lagi percaya pada cinta. (Freepik) - Image

Ilustrasi wanita yang diam-diam sudah tak lagi percaya pada cinta. (Freepik)

JawaPos.Com - Dalam diam dan tanpa perlu pengakuan kepada dunia, ada wanita-wanita yang perlahan mulai mengambil jarak dari urusan cinta. 

Bukan karena mereka membenci cinta, atau tidak lagi percaya pada makna kebersamaan. 

Namun setelah melalui sekian banyak pengalaman emosional, baik yang pahit maupun manis, mereka tiba pada titik di mana mencintai bukan lagi prioritas utama. 

Bukan karena tak butuh cinta, tetapi karena kelelahan yang tak terlihat. Ada yang menyerah diam-diam, bukan dalam tangis, tapi dalam kebisuan yang penuh penerimaan. 

Psikologi melihat ada pola perilaku tertentu yang bisa menjadi penanda bahwa seseorang telah memutuskan untuk mundur secara emosional dari arena cinta, bahkan sebelum ia menyadarinya sepenuhnya.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh sifat wanita yang diam-diam sudah tak lagi percaya pada cinta.

1. Mulai Menolak Kesempatan yang Datang

Salah satu tanda paling nyata dari seseorang yang telah kehilangan minat pada percintaan adalah ketika ia secara sadar atau tidak, mulai menutup pintu terhadap peluang yang datang. 

Undangan kencan, perkenalan baru, atau ajakan dari teman untuk ‘dikenalkan’ dengan seseorang, semuanya ditolak dengan alasan sibuk, tidak tertarik, atau “nanti saja.”

Bukan berarti mereka tidak punya kesempatan, tapi ada semacam perasaan dalam hati yang membuat mereka tidak lagi melihat hubungan sebagai sesuatu yang layak diperjuangkan. 

Dalam psikologi ini disebut sebagai avoidant behavior, bentuk pertahanan untuk menghindari kekecewaan yang sama berulang.

2. Terlalu Optimis tentang Hidup Sendiri Tanpa Pasangan

Optimisme memang baik, namun dalam beberapa kasus, terlalu menekankan betapa bahagianya menjadi lajang bisa menjadi mekanisme kompensasi. 

Wanita yang sudah menyerah pada cinta terkadang membangun narasi bahwa hidup sendiri adalah pilihan terbaik, bukan karena benar-benar bahagia, melainkan karena ingin meredakan ketakutan akan kembali terluka.

Pernyataan seperti “aku lebih damai tanpa pasangan” atau “hidupku justru lebih ringan sendirian” bisa jadi bukan cerminan keteguhan hati, tetapi bentuk rasionalisasi atas keinginan yang sudah dikubur dalam-dalam.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore