
Ilustrasi menyalahkan orang lain (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana seseorang terus-menerus menyalahkan orang lain atas kesalahan yang sebenarnya berasal dari dirinya sendiri?
Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan bisa jadi merupakan mekanisme pertahanan psikologis yang kompleks.
Menyalahkan orang lain dapat menjadi cara seseorang menghindari rasa malu, rasa bersalah, atau bahkan kegagalan dalam mengatur emosi diri.
Dalam dunia psikologi, perilaku ini dikenal sebagai proyeksi yakni ketika seseorang memindahkan emosi atau kekurangan diri sendiri kepada orang lain.
Proyeksi sering muncul saat individu mengalami tekanan emosional dan belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelolanya.
Mereka merasa lebih nyaman jika kesalahan tampak berasal dari luar dirinya, bukan dari dalam.
Melalui berbagai studi psikologis, ditemukan bahwa orang dengan kemampuan regulasi emosi yang buruk cenderung lebih sering menyalahkan orang lain.
Namun, memahami akar masalah ini bukan berarti kita membenarkan perilakunya.
Sebaliknya, dengan memahami dinamika ini, Anda dapat bersikap lebih bijak dalam merespons dan menghindari dampak psikologis negatif akibat perilaku tersebut.
Simak selengkapnya yang telah dirangkum dari Psychology Today pada Kamis (24/07).
Proyeksi merupakan mekanisme pertahanan yang terjadi ketika seseorang tidak ingin atau tidak sanggup menghadapi emosi negatif yang muncul dari dalam dirinya.
Daripada mengakui bahwa kesalahan berasal dari dirinya, ia lebih memilih mengalihkan kesalahan itu kepada orang lain.
Dalam konteks ini, menyalahkan menjadi semacam pelarian diri dari rasa malu, rasa bersalah, atau ketakutan akan penilaian sosial.
Misalnya, seseorang yang merasa cemburu secara tidak sadar bisa menuduh pasangannya yang berselingkuh, padahal perasaan curiga itu berasal dari pikirannya sendiri.
Dalam jangka pendek, proyeksi mungkin membuat pelaku merasa lebih lega.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
