Ilustrasi seseorang yang narsis sedang minta difoto oleh temannya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Apakah kamu pernah merasa seperti selalu "salah jatuh cinta?" Rasanya sudah tulus, sabar, dan berusaha memberi yang terbaik, tapi malah berakhir disakiti dan dimanipulasi. Jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Justru bisa jadi, kualitas terbaik yang kamu miliki itulah yang membuat para narsisis mengejar dan menjebakmu dalam hubungan yang menyakitkan.
Dikutip dari Thoughtcatalog, penelitian psikologi mengungkap narsisisme sering dikaitkan dengan perilaku manipulatif, egois, dan penuh tipu daya emosional. Dalam banyak kasus, pasangan dari narsisis bisa mengalami gangguan psikologis serius seperti Post traumatic stress disorder atau PTSD akibat kekerasan emosional yang terus menerus.
Narcissist" atau "narsisis" dalam bahasa Indonesia merujuk pada seseorang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD).
Yang lebih mengejutkan, para narsisis sebenarnya tidak sembarangan memilih pasangan. Mereka secara sadar memilih tipe-tipe orang dengan karakter tertentu, yang mereka anggap mudah dikendalikan, tapi bisa mengangkat citra diri mereka.
Seorang peneliti yang mendalami perilaku narsistik dan psikopati mengidentifikasi lima sifat kepribadian yang justru membuat seseorang lebih rentan dijadikan sasaran dalam hubungan manipulatif. Simak dengan baik, bisa jadi kamu pernah atau sedang mengalaminya.
Orang-orang yang berhati lembut, penyayang, dan punya empati tinggi sering kali dianggap sebagai pasangan idaman. Tapi justru karena kualitas ini, mereka rentan dimanfaatkan oleh narsisis. Dalam banyak kasus, narsisis menjalin hubungan bukan karena cinta yang tulus, tetapi karena mereka tahu empati bisa menjadi alat kontrol yang efektif.
Empati yang Anda miliki kadang dimanfaatkan dengan cerita-cerita sedih atau trauma masa lalu mereka supaya Anda merasa kasihan dan memaafkan perilaku buruk mereka.
Mereka bisa menciptakan narasi menyedihkan tentang masa lalu mereka. Entah tentang pengasuhan yang kejam, patah hati terdahulu, atau luka batin yang belum sembuh, hanya untuk membungkus perilaku manipulatif mereka agar kamu merasa wajib memahami. Bahkan, kalau kamu punya keyakinan spiritual yang kuat, narsisis sering memelintir ajaran itu demi keuntungan pribadi. Misalnya dengan kalimat seperti “kita sudah ditakdirkan bersama” atau “cinta itu butuh pengorbanan.”
Padahal, empati bukan berarti kamu harus menoleransi kekerasan emosional. Memahami luka orang lain boleh, tapi bukan berarti membiarkan diri disakiti berkali-kali.
Siapa sangka bahwa penampilan menarik, pencapaian gemilang, dan kepercayaan diri tinggi justru bisa menarik perhatian yang salah? Narsisis sangat menyukai pasangan yang punya status sosial tinggi, bukan karena kekaguman tulus, tapi karena ingin "menumpang sinar".
Banyak narsisis ingin pasangannya jadi trophy partner, atau sebagai cara pamer pada orang lain.
Kamu mungkin akan dipamerkan ke publik, seolah-olah semua kesuksesanmu adalah hasil dari dukungan mereka. Tapi di balik layar, mereka bisa diam-diam mencuri kredit atas kerja kerasmu, menggunakan koneksimu untuk keuntungan pribadi, atau bahkan menguras keuanganmu perlahan-lahan.
Yang lebih buruk lagi, jika mereka merasa terancam oleh keberhasilanmu, kamu akan mulai menerima komentar merendahkan, perlakuan dingin, bahkan sabotase mental agar kamu merasa tak layak.
Ini bukan cinta. Ini upaya sistematis untuk menjatuhkan harga dirimu dan membuatmu bergantung pada mereka. Ingat, prestasimu adalah milikmu. Tidak ada satu orang pun yang berhak mengklaimnya atau menjatuhkannya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
