
ilustrasi seseorang sedang melihat layar gawai dengan berbagai informasi yang seliweran, menggambarkan banjirnya informasi digital./Freepik
JawaPos.com - Di era digital, informasi mengalir begitu deras dari berbagai sumber di internet. Banyak orang seringkali langsung mempercayai apa pun yang mereka lihat atau baca tanpa memeriksa kebenarannya. Fenomena ini menarik perhatian para psikolog yang meneliti penyebabnya.
Ternyata, ada beberapa sifat atau kebiasaan psikologis yang mendasari perilaku ini. Melansir dari Geediting.com Jumat (18/7), pemahaman akan sifat-sifat ini dapat membantu kita lebih bijak dalam mencerna informasi. Hal ini mendorong kita untuk lebih kritis terhadap konten digital.
Berikut adalah beberapa sifat yang seringkali ditampilkan oleh mereka yang mudah percaya pada informasi di internet:
Mencari Konfirmasi Keyakinan
Ini adalah fenomena yang dikenal sebagai bias konfirmasi. Orang cenderung mencari informasi yang sesuai dengan pandangan mereka sebelumnya. Mereka akan memfokuskan perhatian pada artikel atau unggahan media sosial yang menggemakan pikiran serta perasaan mereka.
Menghindari Disonansi Kognitif
Disonansi kognitif adalah ketidaknyamanan saat menghadapi informasi yang bertentangan dengan keyakinan diri. Mereka yang mudah percaya daring akan cenderung mengabaikan informasi semacam itu. Mereka memilih percaya pada hal yang nyaman dan familiar, daripada menantang pandangan mereka.
Baca Juga: 4 Zodiak Ini Cenderung Terjebak dalam Hubungan Toksik dan Alasan Psikologis di Baliknya, Apa Saja?
Kurangnya Literasi Media
Banyak individu yang percaya begitu saja pada informasi online kurang memiliki keterampilan literasi media. Mereka mungkin kesulitan mengidentifikasi bias dalam berita. Selain itu, mereka tidak bisa membedakan fakta dan opini, atau memahami konteks suatu informasi.
Terlalu Percaya Diri dalam Penilaian
Ironisnya, kepercayaan diri yang berlebihan dapat membuat seseorang mudah mempercayai segala yang dilihat atau dibaca secara daring. Sifat ini membutakan kita terhadap bias diri sendiri. Ini juga membatasi kemampuan kita untuk mempertanyakan informasi yang ditemui di internet.
Kurang Rasa Ingin Tahu
Ada orang yang cenderung menerima begitu saja tanpa banyak bertanya. Kurangnya rasa ingin tahu ini juga bisa menjadi sifat bagi mereka yang percaya pada semua informasi online. Di dunia yang serba cepat ini, mudah untuk menerima informasi begitu saja tanpa mempertanyakan validitasnya.
Memahami sifat-sifat psikologis ini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan kita. Ini mendorong kita agar tidak mudah terjebak informasi keliru. Bersikap skeptis dan selalu memverifikasi sumber adalah kunci.
Pengembangan literasi media adalah langkah krusial bagi setiap individu. Jangan biarkan bias kognitif menghalangi kita mencapai kebenaran. Pikirkan ulang sebelum mempercayai sesuatu yang Anda lihat di layar Anda.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
