Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 16.29 WIB

Mengapa Seseorang Cenderung Mengonsumsi Berita Hoax? Inilah Penjelasannya SecaraPsikologi

Ilustrasi berita hoax. (Ilustrasi Berita Hoax (vectorjuice/freepik) - Image

Ilustrasi berita hoax. (Ilustrasi Berita Hoax (vectorjuice/freepik)

JawaPos.com - Meningkatnya penggunaan teknologi terutama smartphone memudahkan seseorang untuk mengonsumsi berbagai informasi termasuk pula berita hoax.

Apa itu berita hoax?

Berita hoax merupakan informasi palsu atau tidak benar yang disebarkan secara sengaja dengan tujuan memanipulasi dan/atau menyesatkan opini publik.

Berita hoax pula banyak beredar di sosial media yang cenderung banyak penggunanya.

Dilansir dari laman Komdigi pada Rabu (16/7) dijelaskan bahwa hingga sepanjang tahun 2024 terdapat 1.923 konten hoax, berita bohong, dan informasi palsu, yang telah diklarifikasi dan diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

Dilansir dari laman Columbia Business School pada Rabu (16/7), dijelaskan bahwa mencegah penyebaran disinformasi menjadi suatu tantangan seiring upaya platform melakukan fact-check pada arus informasi yang terus-menerus diunggah di media sosial.

Penelitian terbaru dari Columbia Business School yang dilakukan oleh Gita Johar, Meyer Feldberg Professor of Business bersama rekannya meneliti berbagai unggahan pengguna sosial media Twitter (saat ini X) untuk menemukan pola bahasa yang memprediksi pengguna berdasarkan demografi sosial, aktivitas media sosial, tingkat emosi dan kepribadian yang paling mungkin menyebarkan berita palsu. Kriteria tersebut dapat dijadikan sebagai informasi dalam upaya pengecekan fakta yang beredar di sosial media.

Mengapa Seseorang Cenderung Mengonsumsi Berita Hoax?

Dilansir dari laman Thompson Rivers University pada Rabu (16/7), dijelaskan mengapa berita hoax mudah dipercaya oleh seseorang di antaranya:

1. Semakin menurunnya kepercayaan pada media dan pemerintah.

2. Kemudahan membuat konten/informasi tanpa adanya proses penyuntingan dan pengecekan fakta yang harus dilakukan oleh media/organisasi berita.

3. Rentang perhatian yang lebih rendah.

4. Berita hoax/palsu cenderung menarik emosi seseorang.

5. Proliferasi bot internet.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore