
Seorang individu merenung dalam kesendirian, menggambarkan perasaan nelangsa yang mungkin timbul dari kebiasaan tak disadari seiring bertambahnya usia./Freepik
JawaPos.com - Menjadi tua bisa jadi perjalanan yang penuh kebahagiaan bagi banyak orang. Namun, bagi sebagian lainnya, usia senja justru menjelma perjuangan yang sunyi dan menyedihkan. Mereka mulai mengadopsi kebiasaan tertentu tanpa menyadarinya.
Kebiasaan ini lantas membawa mereka pada jalur kesengsaraan yang diam-diam. Melansir dari Geediting.com Selasa (15/7), psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan halus ini berdampak signifikan pada kebahagiaan seiring bertambahnya usia. Mari kita telaah lebih jauh.
Berikut adalah tujuh kebiasaan yang dapat membuat seseorang diam-diam merasa nelangsa seiring bertambahnya usia:
Mengabaikan Koneksi Sosial
Manusia pada dasarnya membutuhkan koneksi dengan orang lain. Kita berkembang melalui interaksi sosial dan hubungan yang bermakna. Mengabaikan koneksi ini dapat membuat kita merasa sendiri dan tidak dipahami oleh sesama.
Terperangkap dalam Rutinitas
Rutinitas memang bisa memberikan kenyamanan dan struktur dalam hidup. Namun, ketika rutinitas menjadi terlalu kaku atau monoton, itu dapat memicu perasaan nelangsa. Memilih keamanan daripada pertumbuhan bisa menghambat kebahagiaan.
Terus Berpegang pada Penyesalan
Menyimpan penyesalan masa lalu dapat menjadi beban emosional yang berat. Hal ini menghambat seseorang untuk bergerak maju dan menikmati masa kini. Melepaskan penyesalan sangat penting untuk kedamaian batin.
Kurangnya Aktivitas Fisik
Seiring bertambahnya usia, mudah sekali mengabaikan aktivitas fisik secara teratur. Padahal, kurangnya gerakan dapat memengaruhi suasana hati dan energi. Menjaga tubuh tetap aktif sangat vital untuk kesejahteraan mental.
Mengabaikan Kekuatan Bersyukur
Tidak menyadari atau mengabaikan pentingnya rasa syukur bisa mengurangi kebahagiaan. Fokus pada apa yang tidak dimiliki dapat mengaburkan berkah yang ada. Rasa syukur adalah kunci untuk melihat hal positif dalam hidup.
Mencari Kebahagiaan di Tempat yang Salah
Beberapa orang mencari kebahagiaan pada hal-hal eksternal yang bersifat sementara. Ini bisa berupa materialisme atau validasi dari orang lain. Kebahagiaan sejati seringkali ditemukan di dalam diri.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
