Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 22.27 WIB

7 Kebiasaan Mental yang Membuat Hidupmu Sulit Berkembang dan Terjebak dalam Zona 'Aman', Apa Saja?

Ilustrasi orang yang sulit berkembang. - Image

Ilustrasi orang yang sulit berkembang.

JawaPos.com - Seiring berjalannya Waktu, hidup memang akan terus berkembang. Tapi itu semua bisa Kembali pada diri sendiri.

Mengutip dari laman Fakultas Psikologi Universitas Medan Area pada Senin (14/07) dengan mempelajari tahapan perkembangan, manusia lebih memahami pelajaran hidup di masa lalu.

Maka dari itu, sangat penting bagi kita semua untuk berkembang dan belajar keluar dari zona aman dan nyaman.

Dilansir dari laman My Inner Creative pada Senin (14/07) inilah 7 kebiasaan mental yang membuat hidup seseorang sulit berkembang dan terjebak dalam zona 'aman' :

1. Menganggap bahwa diri sendiri harus berusaha keras untuk beristirahat atau bersenang-senang

Pola pikir ini sering kali berasal dari budaya produktivitas yang terinternalisasi, yakni keyakinan bahwa istirahat itu nikmat, kecuali jika diperoleh dengan susah payah.

Tapi intinya, keyakinan ini tidak mendorong seseorang menuju kehebatan. Keyakinan ini justru membuat terjebak dalam siklus kelelahan.

Hingga pada akhirnya, bisa mulai menunda kesenangan, menunda istirahat, dan meyakinkan diri sendiri bahwa kamu sedang disiplin. Padahal, yang sebenarnya kamu lakukan adalah memperkuat keyakinan bahwa nilai bergantung pada hasil.

2. Mencari "waktu yang tepat"

Ada perfeksionisme halus yang tersembunyi di dalamnya. Seperti menunggu tahun baru, menunggu pekerjaan yang terasa stabil, menunggu kejelasan, atau menunggu berkurangnya rasa takut.

Kita bilang pada diri sendiri bahwa itu persiapan, tetapi lebih sering, itu penundaan yang berkedok kedewasaan.

Inilah kebenaran yang tidak mengenakkan: "waktu yang tepat" jarang datang. Kesiapan bukanlah sesuatu yang tiba-tiba datang, tapi kesiapan adalah sesuatu yang kita tekuni.

3. Merasa 100% siap

Ini adalah salah satu jebakan mental paling umum terjadi di sekitar kita. Kamu merasa membutuhkan lebih banyak informasi, lebih banyak latihan, serta validasi untuk memulai semuanya.

Sindrom penipu berkembang pesat dengan gagasan bahwa semua orang sudah tahu caranya. Tapi seringkali, orang-orang tersebut tidak lebih siap. Mereka hanya lebih bersedia mencoba meskipun ragu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore