Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 00.40 WIB

7 Sifat Unik Orang-Orang yang Masih Setia Menonton Berita Kabel Setiap Hari, Menurut Psikologi Modern

Mengapa Masih Ada yang Setia pada Berita Kabel di Era Digital? ( Freepik ) - Image

Mengapa Masih Ada yang Setia pada Berita Kabel di Era Digital? ( Freepik )

JawaPos.com-Ketika kebanyakan orang saat ini mendapatkan informasi dari media sosial, aplikasi berita, atau notifikasi push di ponsel mereka, ada sekelompok orang yang tetap setia menonton berita kabel setiap hari. Terlihat kuno? Tidak juga. Psikologi justru melihat ini sebagai cerminan dari karakter dan nilai yang unik.

Pertanyaannya, mengapa mereka tetap bertahan dengan cara lama ini? Bukan karena gagap teknologi, tapi karena cara ini memberikan mereka sesuatu yang lebih dari sekadar berita. Orang-orang ini bukan hanya penonton biasa; mereka adalah pencari makna, pemelihara rutinitas, dan pengemban nilai-nilai otentik.

Dilansir dari laman Geediting, mari kita bedah lebih dalam, 7 sifat psikologis yang menonjol dari para penonton berita kabel harian, dan bagaimana ciri-ciri ini mencerminkan kekuatan batin serta pendekatan hidup yang lebih berakar.

1. Haus Akan Informasi yang Komprehensif dan Mendalam

Di dunia yang dikuasai oleh headline singkat dan informasi kilat, pemirsa berita kabel justru mencari kedalaman. Mereka tidak puas dengan sepotong informasi—mereka ingin memahami latar belakang, konteks, dan implikasi dari sebuah peristiwa.

Psikolog humanistik Carl Rogers pernah berkata:

“Satu-satunya orang yang terdidik adalah orang yang telah belajar bagaimana belajar dan berubah.”

Inilah yang menjadi pembeda mereka. Mereka tidak ingin hanya tahu apa yang terjadi, tetapi juga mengapa dan bagaimana.

Karakter ini menunjukkan bahwa mereka memiliki:

Curiosity (rasa ingin tahu) tinggi

Kecenderungan belajar seumur hidup

Kemampuan untuk melihat berbagai sudut pandang sebelum membentuk opini

Di balik layar TV itu, mereka sebenarnya sedang mendidik diri mereka sendiri secara aktif.

2. Sangat Berorientasi pada Rutinitas dan Struktur

Banyak dari pemirsa berita kabel memiliki kebiasaan menonton pada waktu yang sama setiap hari, misalnya jam 6 atau 9 malam. Ini bukan sekadar menonton—ini adalah bagian dari ritual harian.

Rutinitas ini memberi:

Stabilitas emosional

Rasa kontrol dalam dunia yang kacau

Kenyamanan psikologis dari kebiasaan yang dapat diprediksi

Seperti halnya seseorang yang setiap pagi minum kopi di tempat yang sama, menonton berita pada waktu tetap memberi jangkar mental yang menenangkan. Dalam psikologi, ini disebut sebagai ritual coping—strategi untuk mengatasi stres dan ketidakpastian hidup.

3. Memiliki Standar Tinggi terhadap Keaslian dan Kepercayaan Informasi

Di tengah lautan informasi di internet, hoaks dan misinformasi menyebar lebih cepat daripada fakta. Pemirsa berita kabel cenderung lebih selektif dalam memilih sumber informasi. Mereka menaruh kepercayaan pada institusi yang sudah lama berdiri dan memiliki reputasi kredibel.

Menurut Abraham Maslow:

“Perubahan sejati dimulai dari kesadaran diri.”

Mereka memilih berita kabel karena:

Tayangannya disusun oleh tim editorial profesional

Ada mekanisme verifikasi dan tanggung jawab publik

Tidak bergantung pada algoritma viral atau klikbait

Sikap ini mencerminkan kecerdasan informasi—kemampuan untuk menyaring mana yang fakta dan mana yang manipulasi. Mereka sangat peduli pada kebenaran, bahkan jika berita tersebut tidak menyenangkan.

4. Kemampuan Analitis yang Tajam dan Kritis

Menonton berita kabel dengan rutin memperkenalkan pemirsa pada berbagai analisis, opini ahli, serta perdebatan terbuka. Ini membentuk pola pikir analitis dan kritis. Mereka terbiasa:

Mengidentifikasi bias

Mempertanyakan narasi

Membedakan fakta dari opini

Setiap hari mereka melatih otot kognitif untuk berpikir logis dan terstruktur. Ini adalah bentuk mental exercise yang sangat bermanfaat dalam pengambilan keputusan, baik di ranah pribadi maupun profesional.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai "elaborative processing", yaitu pemrosesan informasi secara mendalam, yang berkaitan erat dengan tingkat kecerdasan dan kestabilan emosi.

5. Memiliki Empati dan Kesadaran Sosial yang Tinggi

Saat seseorang menonton berita tentang perang, bencana alam, atau perjuangan orang di belahan dunia lain, ada satu hal yang terbangun: empati.

Psikolog Daniel Goleman menyebut empati sebagai:

“Landasan dari semua kompetensi sosial yang penting.”

Pemirsa berita kabel yang konsisten biasanya:

Lebih sadar akan kehidupan orang lain di luar lingkup pribadinya

Lebih mudah tergerak untuk membantu

Lebih mampu memahami perspektif yang berbeda

Empati ini menjadikan mereka pendengar yang baik, pengambil keputusan yang adil, dan mitra kerja yang penuh pengertian.

6. Menikmati Kesendirian dan Kedalaman Pemikiran

Di saat banyak orang menonton berita sambil scrolling ponsel, pemirsa berita kabel cenderung meluangkan waktu khusus untuk menyimak berita secara khusyuk. Ini adalah momen tenang, reflektif, dan menyendiri.

Psikolog Carl Jung mengatakan:

“Kesendirian bukan tentang kesepian. Ia adalah ruang di mana ide-ide tumbuh.”

Bagi pemirsa berita kabel, waktu menonton bukan hanya untuk mendapat informasi—tetapi juga untuk merenungkan dan menyusun pemahaman pribadi.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka:

Tidak takut sendiri

Menghargai momen refleksi pribadi

Lebih intuitif dan introspektif

Mereka memahami bahwa kesunyian kadang diperlukan untuk bisa mendengar dengan jelas suara hati dan dunia.

7. Ketahanan Mental yang Kuat dalam Menghadapi Realitas

Berita tidak selalu menyenangkan. Ada bencana, konflik, ketidakadilan. Tapi para pemirsa berita kabel tidak lari dari kenyataan ini—mereka menghadapinya secara langsung.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai resilience—kemampuan untuk:

Mengelola tekanan mental

Tetap tenang dalam ketidakpastian

Beradaptasi dengan situasi sulit

Pemirsa berita kabel memiliki ketahanan batin yang kuat karena:

Mereka terbiasa melihat kenyataan pahit secara terus-menerus

Mereka memprosesnya dengan tenang, tidak reaktif

Mereka belajar menyeimbangkan antara kepedulian dan ketegasan

Mereka tahu, dunia tidak sempurna, tapi masih layak diperjuangkan.

Banyak orang mungkin memandang menonton berita kabel setiap hari sebagai kebiasaan biasa. Tapi jika kita lihat dari sudut psikologi, kebiasaan ini mencerminkan serangkaian sifat dan nilai yang sangat kuat dan bermakna.

Orang-orang ini mengajarkan kita bahwa tetap terhubung dengan realitas, menjaga akal sehat, dan peduli pada kebenaran bukan hal kuno—tapi kekuatan langka di zaman yang serba cepat dan dangkal.

Lain kali Anda melihat seseorang asyik menyimak berita kabel di sudut ruang keluarga, ingatlah—mereka mungkin sedang memelihara jiwa mereka, bukan sekadar mencari informasi.

Jika Anda termasuk orang yang masih menyukai berita kabel, mungkin kini Anda mengerti alasannya lebih dalam. Dan jika belum, mungkin ini saatnya mencoba mendekat pada sumber informasi yang lebih stabil, netral, dan mendalam.

Karena pada akhirnya, bukan seberapa cepat Anda tahu, tapi seberapa dalam Anda memahami. Dan pemahaman itu—seperti kata pepatah Jawa—adalah cahaya yang tak pernah padam.
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore