
Ilustrasi tekanan saat mengejar kesempurnaan. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Pribadi yang ambisius sering dipuji karena dorongan mereka untuk maju dan pencapaian tinggi.
Namun, dorongan kuat ini bisa berujung pada perfeksionisme ekstrem, sebuah gaya hidup di mana standar yang ditetapkan nyaris tidak mungkin dipenuhi.
Menurut sebuah informasi di Verywell Health, perfeksionisme bisa dibagi menjadi dua: perfeksionisme adaptif, yang melahirkan motivasi, keteraturan, dan keberhasilan profesional; serta perfeksionisme maladaptif, yang meliputi tuntutan kaku, kekhawatiran berlebihan, cenderung menimbulkan kecemasan, depresi, dan rendah diri.
Dampak negatif perfeksionisme ekstrem semakin serius di era modern ini. Dalam artikel Time berjudul The Case for Mediocrity, disebutkan bahwa meski orang sangat ambisius mencapai tingkat finansial dan status tinggi, mereka tidak selalu lebih bahagia atau sehat dibanding orang lain, justru sering mengalami kelelahan emosional, kecemasan, dan burnout.
Satu contoh nyata datang dari pelari maraton elit yang mengalami kelelahan parah karena menuntut diri mencapai target sempurna, menyebabkan isolasi sosial dan kritik diri terus menerus. Berikut ciri ambisius berujung perfeksionisme ekstrem:
1. Standar yang Tidak Realistis
Perfeksionis ekstrim menetapkan target sempurna untuk diri sendiri dan orang lain. Jika tidak tercapai, mereka mudah merasa gagal.
2. Dampak Emosional dan Kesehatan
Kecemasan, depresi, dan insomnia umum terjadi pada mereka yang terjebak pada perfeksionisme maladaptif.
3. Karyawan Cenderung Workaholic
Di dunia akademis dan profesional, perfeksionisme ekstrem dikaitkan dengan workaholism dan gejala narsisme, menuntut untuk selalu produktif dan superior.
4. Penurunan Kualitas Hidup
Stres kronis, kurangnya waktu istirahat, dan hubungan sosial yang terganggu adalah konsekuensinya, walaupun pencapaian karir tinggi tetap dicapai .
Cara Menghindari Jebakan Perfeksionisme Ekstrim
Bedakan strivings dan concerns
Fokus pada orientasi terhadap standar personal (strivings) yang sehat dibanding kekhawatiran berlebihan soal kesalahan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
