Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 21.48 WIB

Jika Anda Lebih Suka Menulis dengan Tangan daripada Mengetik di Komputer, Psikologi Mengatakan Anda Memproses 5 Emosi Ini Secara Berbeda

seseorang yang lebih suka menulis langsung dengan tangan (Freepik/EyeEm) - Image

seseorang yang lebih suka menulis langsung dengan tangan (Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, di mana mengetik di komputer atau ponsel menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, masih ada sebagian orang yang lebih memilih menulis dengan tangan.

Mereka merasa bahwa menulis di atas kertas memberi pengalaman yang lebih dalam, lebih personal, dan lebih bermakna.

Namun ternyata, pilihan untuk menulis dengan tangan bukan hanya soal gaya atau preferensi pribadi semata.

Psikologi mengungkap bahwa orang-orang yang lebih suka menulis dengan tangan memproses emosi secara berbeda dibandingkan mereka yang lebih sering mengetik.

Penelitian di bidang neuropsikologi dan psikologi kognitif menemukan bahwa menulis tangan melibatkan lebih banyak area otak, termasuk yang berkaitan dengan emosi, memori, dan pemahaman.

Hal ini memberi dampak nyata pada bagaimana seseorang mengalami dan mengelola perasaan mereka.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (8/7), terdapat lima emosi yang diproses secara berbeda oleh orang yang lebih suka menulis dengan tangan menurut psikologi:

1. Kesedihan: Diproses dengan Lebih Dalam dan Reflektif

Menulis tangan memungkinkan seseorang memperlambat proses berpikir, sehingga memberi ruang untuk merenung dan meresapi perasaan duka atau kehilangan.

Dalam psikologi, ini disebut emotional processing, yaitu saat seseorang mengurai dan memahami emosi negatif yang dialaminya.

Orang yang menulis dengan tangan cenderung lebih mampu menyelami kesedihannya, bukan menekannya atau menghindarinya.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang menuliskan kesedihannya secara manual dalam jurnal atau catatan, ia mengaktifkan bagian otak yang bertanggung jawab atas pengolahan emosional dan pengendalian diri.

Akibatnya, rasa sedih menjadi tidak terlalu menakutkan karena sudah dikenali dan diterima melalui tulisan.

2. Kebahagiaan: Dirayakan dengan Lebih Personal dan Otentik

Bagi penulis tangan, kebahagiaan bukan sekadar emosi yang lewat begitu saja.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore