Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 02.23 WIB

Penghasilan Cukup tapi Uang Selalu Habis? Ini 10 Kebiasaan Kecil yang Menjebakmu dalam Siklus Kekurangan!

Ilustrasi seseorang yang terjebak dalam siklus kekurangan uang meskipun penghasilannya cukup - Image

Ilustrasi seseorang yang terjebak dalam siklus kekurangan uang meskipun penghasilannya cukup

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sudah bekerja keras, memiliki penghasilan yang stabil, namun setiap akhir bulan tetap saja kebingungan mencari sisa uang?

Situasi ini kerap dialami oleh banyak orang yang sebenarnya secara finansial terlihat “cukup”, namun tanpa disadari terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan kecil yang justru menggerogoti keuangan secara perlahan.

Inilah yang disebut sebagai siklus kekurangan, yakni keadaan di mana kamu terus merasa kurang, meskipun seharusnya sudah bisa hidup nyaman.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (2/7), berikut merupakan 10 kebiasaan kecil yang membuat seseorang terjebak dalam siklus kekurangan uang meskipun penghasilannya cukup.

1. Menghindari memeriksa saldo rekening

Sebagian orang cenderung merasa takut untuk memeriksa kondisi keuangannya sendiri.

Mereka cenderung menghindari untuk melihat saldo atau mengecek mutasi rekening, karena khawatir akan merasa stres ataupun kecewa.

Padahal, semakin lama mereka tidak tahu kondisi keuangan yang sebenarnya, semakin sulit bagi mereka untuk mengontrol dan mengelola pengeluaran.

Menghindari kenyataan justru akan membuat masalah keuangan tidak kunjung selesai dan perlahan-lahan akan semakin memburuk.

2. Sering melakukan pembelian kecil untuk menyenangkan diri

Tidak sedikit orang yang terbiasa membeli hal-hal kecil seperti kopi kekinian, camilan mahal, atau belanja online dalam jumlah kecil hanya untuk merasa lebih baik di tengah tekanan hidup.

Meski terlihat sepele dan tidak terasa mahal, kebiasaan ini jika dilakukan berulang-ulang dapat menguras keuangan secara perlahan.

Sumber masalahnya memang bukanlah pada satu pembelian, melainkan akumulasi dari banyaknya keputusan impulsif yang tidak diperhitungkan secara matang.

3. Selalu berkata “ya” pada setiap ajakan, meski belum tentu mampu

Demi menjaga hubungan sosial atau sekadar tidak ingin terlihat sedang kesulitan, sebagian orang cenderung mengiyakan ajakan teman, seperti makan di luar, liburan bersama, atau patungan untuk hadiah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore