Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Juni 2025 | 02.58 WIB

7 Frasa Tak Disadari Ini Sering Diucapkan Orang Canggung Sosial Tanpa Menyadari Dampaknya

Ilustrasi seseorang yang terlihat ragu-ragu dalam percakapan, menunjukkan tantangan komunikasi./Freepik

JawaPos.com - Interaksi sosial terkadang bisa terasa canggung bagi sebagian orang. Ternyata, hal ini seringkali bukan tentang tindakan, melainkan lebih pada kata-kata yang diucapkan.

Banyak individu canggung sosial memiliki beberapa frasa umum yang cenderung mereka gunakan tanpa menyadarinya.

Frasa-frasa ini dapat membuat interaksi menjadi lebih menantang dari yang seharusnya. Melansir dari Geediting.com Minggu (29/6), berikut adalah tujuh frasa yang sering diucapkan orang canggung sosial tanpa menyadari bagaimana frasa itu diterima. Mengenali ini penting untuk komunikasi lebih lancar.

Berikut adalah tujuh frasa umum yang sering diucapkan oleh individu canggung sosial:

  1. "Maaf"

Kata "maaf" adalah satu di antara frasa paling umum yang sering diucapkan berlebihan. Seringkali individu canggung sosial meminta maaf untuk hal yang bukan kesalahan mereka. Permintaan maaf terus-menerus ini dapat memberi kesan kurangnya rasa percaya diri.

  • "Ini mungkin bodoh, tapi..."

  • Ini adalah awalan klasik sebelum menyampaikan ide atau pendapat. Dengan mengawali pemikiran seperti itu, seseorang secara tidak langsung telah meremehkan dirinya sendiri. Ketakutan akan penghakiman atau penolakan menjadi alasan utama mereka.

  • "Saya baik-baik saja"

  • Frasa ini sering diucapkan sebagai respons otomatis saat ditanya kabar. Individu canggung sosial cenderung menggunakan ini bahkan saat perasaan mereka tidak baik. Mereka mungkin takut membebani orang lain dengan masalahnya sendiri.

    Menambahkan "hanya bercanda" setelah suatu pernyataan adalah kebiasaan lain yang umum. Hal ini dilakukan seolah untuk mengurangi dampak kata-kata atau menariknya kembali jika diterima dengan buruk. Namun, kebiasaan ini dapat membingungkan lawan bicara.

  • "Saya tidak tahu"

  • Frasa ini sering menjadi respons default saat menghadapi pengambilan keputusan. Mengucapkannya terus-menerus dapat memberikan kesan kurangnya kepercayaan diri. Ini juga dapat menghambat pertumbuhan pribadi.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore