Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 18.24 WIB

Orang yang Terlalu Memberi Banyak Informasi di 10 Menit Pertama Saat Bertemu Seseorang, Sering Kali Memiliki 7 Pengalaman Ini Saat Tumbuh Dewasa

seseorang yang lebih banyak memberikan informasi. (Freepik/TriangleProd) - Image

seseorang yang lebih banyak memberikan informasi. (Freepik/TriangleProd)

JawaPos.com - Dalam interaksi sosial, ada orang-orang yang langsung terbuka dalam waktu singkat, bahkan terkadang memberikan terlalu banyak informasi pribadi kepada seseorang yang baru saja mereka temui.

Dalam psikologi, perilaku ini disebut sebagai oversharing, yakni kecenderungan membagikan detail pribadi secara berlebihan, terlalu cepat, atau tidak pada tempatnya.

Meskipun sering dianggap hanya sebagai bentuk ketidaksopanan atau kurangnya kesadaran sosial, ternyata perilaku ini sering kali berakar pada pengalaman-pengalaman tertentu di masa tumbuh kembang seseorang.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (21/6), terdapat 7 pengalaman yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memberi terlalu banyak informasi dalam 10 menit pertama bertemu seseorang menurut psikologi:

1. Kurangnya Keamanan Emosional di Masa Kecil

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana kebutuhan emosional mereka sering diabaikan, atau ketika mereka tidak punya seseorang yang secara konsisten mendengarkan, bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang sangat ingin didengarkan.

Ketika akhirnya mereka memiliki kesempatan berbicara, mereka cenderung “tumpah” tanpa batas.

Memberikan terlalu banyak informasi dalam waktu singkat menjadi cara tak sadar untuk mengejar validasi atau merasa diperhatikan.

2. Tumbuh dalam Keluarga yang Minim Privasi

Orang yang dibesarkan dalam lingkungan di mana tidak ada batasan privasi — misalnya, keluarga yang selalu mencampuri urusan pribadi satu sama lain — sering kali kesulitan memahami batasan sosial yang sehat.

Mereka mungkin tidak bisa membedakan mana informasi yang wajar dibagikan kepada orang baru dan mana yang sebaiknya disimpan untuk relasi yang sudah terbangun dengan kepercayaan.

3. Mengalami Penolakan atau Isolasi Sosial di Masa Remaja

Seseorang yang pernah mengalami kesepian, dikucilkan, atau ditolak oleh kelompok sebaya saat remaja bisa saja mengembangkan perilaku oversharing sebagai cara cepat membangun koneksi.

Mereka berpikir bahwa dengan cepat membagikan cerita pribadi, mereka bisa lebih mudah diterima.

Namun, dalam praktiknya, ini sering menimbulkan kebalikannya: orang lain justru merasa tidak nyaman.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore