
Perilaku orang mencintai pasangan tapi tetap selingkuh menurut psikologi
JawaPos.com – Hubungan asmara sering kali penuh dengan dinamika yang rumit, termasuk fenomena mencintai pasangan namun tetap melakukan pengkhianatan alias selingkuh. Psikologi memberikan wawasan menarik terkait perilaku semacam ini, mengungkap ciri unik yang mungkin tidak langsung terlihat.
Dalam konteks ini, memahami pola perilaku tertentu bisa membantu memberikan perspektif lebih dalam tentang kompleksitas hubungan dan bagaimana manusia menghadapi konflik emosional dalam kehidupan percintaan.
Dilansir dari geediting.com pada Kamis (19/6), diterangkan bahwa terdapat sembilan ciri perilaku orang yang mencintai pasangan mereka namun justru tetap melakukan selingkuh menurut Psikologi.
1. Ahli memisahkan perasaan
Mereka yang berselingkuh namun masih mencintai pasangannya memiliki kemampuan unik dalam memisahkan berbagai aspek kehidupan mereka. Kemampuan compartmentalization ini memungkinkan mereka menjalani dua kehidupan secara bersamaan tanpa merasa terganggu.
Mereka bisa dengan mudah mengekspresikan cinta dan perhatian pada pasangan resmi, sementara di saat yang sama membangun hubungan di luar pernikahan.
Keahlian memisahkan perasaan ini tidak dimiliki semua orang, karena butuh tingkat kompartementalisasi mental yang sangat tinggi untuk bisa menjalani dua kehidupan tanpa merasa bersalah.
2. Mengalami konflik batin
Orang yang berselingkuh namun masih mencintai pasangannya sering mengalami cognitive dissonance atau pertentangan batin yang kuat.
Di satu sisi mereka sangat menghargai hubungan yang ada dan percaya pada kesetiaan, namun di sisi lain mereka tetap melakukan perselingkuhan. Kondisi ini membuat mereka berusaha membenarkan tindakan mereka dengan berbagai cara.
Mereka bahkan bisa memberikan perhatian berlebih pada pasangan resmi untuk mengurangi rasa bersalah yang menghantuinya.
3. Perubahan pandangan moral
Perubahan pandangan tentang kesetiaan dan kejujuran dalam hubungan bisa jadi tanda seseorang mulai berselingkuh. Jika sebelumnya mereka sangat menentang perselingkuhan, mendadak mereka mulai memiliki pandangan yang lebih longgar tentang hal ini.
Pergeseran prinsip moral ini merupakan upaya untuk menyelaraskan keyakinan dengan tindakan yang berlawanan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan psikologis yang mereka rasakan.
4. Lebih sering mengkritik

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
