Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 21.40 WIB

Mengapa Orang Mampu Merendahkan Prestasi Diri? Psikologi Sebut 7 Sifat Ini

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan sikap rendah hati, tidak menonjolkan diri meski memiliki banyak pencapaian besar dalam hidup. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan sikap rendah hati, tidak menonjolkan diri meski memiliki banyak pencapaian besar dalam hidup. (Freepik)

JawaPos.com - Melihat seseorang yang berhasil mencapai sesuatu besar namun memilih untuk merendahkan atau menganggap enteng pencapaiannya seringkali membuat kita bertanya.

Padahal, banyak orang lain justru akan bangga dan ingin menceritakan setiap detail keberhasilannya.

Fenomena menarik ini ternyata punya kaitan erat dengan beberapa sifat psikologis mendalam yang mungkin tanpa sadar dimiliki individu tersebut.

Mereka bukan berarti tidak menghargai usaha kerasnya, melainkan didorong oleh hal-hal internal.

Melansir dari Geediting.com Senin (16/6), ada beberapa karakteristik yang sering terlihat pada orang yang cenderung merendahkan prestasi diri di depan orang lain.

1. Kerendahan Hati Sejati

Satu di antara alasannya adalah adanya kerendahan hati yang tulus dan mendalam dalam diri individu tersebut. Mereka tidak memiliki keinginan kuat untuk menonjolkan diri atau mencari perhatian atas segala bentuk keberhasilan pribadinya.

2. Empati Tinggi

Orang-orang ini memiliki tingkat empati yang sangat tinggi terhadap perasaan orang lain di sekitar mereka. Mereka sadar penuh bahwa membanggakan diri berlebihan bisa saja membuat orang lain merasa canggung atau mungkin kurang nyaman.

3. Takut Terlihat Sombong

Ada kekhawatiran besar dalam diri mereka jika dianggap sebagai pribadi yang angkuh atau terlalu membanggakan diri sendiri. Mereka lebih memilih untuk terlihat sederhana agar tidak menimbulkan kesan negatif di mata lingkungan sosialnya.

4. Perfeksionisme

Individu dengan sifat perfeksionis seringkali merasa bahwa pencapaian yang sudah mereka raih belumlah cukup sempurna. Standar pribadi mereka begitu tinggi sehingga hasil apa pun terkadang terasa belum memenuhi ekspektasi pribadinya.

5. Sindrom Imposter

Perasaan tidak layak atas keberhasilan yang dicapai merupakan tanda utama dari sindrom imposter yang dialami. Mereka seringkali mengira bahwa keberhasilan tersebut hanya sebuah keberuntungan semata atau kebetulan saja terjadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore