Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 03.59 WIB

Berhenti Oversharing! Simpan 7 Hal Ini Tetap Menjadi Rahasia Jika Ingin Orang Lain Tetap Menghormati Kamu 

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Ada hal-hal yang, jika dibagikan terlalu cepat atau terlalu sering, justru bisa membuat orang lain menjauh diam-diam. Bukan karena niatnya buruk, tapi karena kesannya terlalu berlebihan, terlalu cepat, atau terlalu banyak. 

Psikologi menyebutnya oversharing atau suatu kondisi saat seseorang terlalu terbuka soal hal-hal pribadi hingga malah bikin suasana jadi aneh.

Bayangkan ini: saat kamu sedang makan siang bareng teman, tapi belum juga kopi mendingin, dua sudah mencurahkan semua ide usaha mereka, curhat soal drama kantor, dan menyelipkan pujian untuk diri sendiri karena “sudah jadi orang yang luar biasa dermawan kemarin.” Bukan inspiratif, yang terasa malah kerasa berlebihan.

Kalau gak mau kehilangan rasa hormat dari orang lain, cobalah simpan tujuh hal ini hanya untuk diri sendiri (atau paling tidak, bagikan dengan bijak) seperti dilansir dari VegOut.

Bukan berarti harus jadi misterius atau dingin tapi ini soal bagaimana menjaga kesan, membangun kredibilitas, dan menciptakan koneksi yang otentik.

1. Tujuan yang Belum Tercapai

Berbagi rencana ambisius seperti “tahun ini harus ikut maraton!” memang bisa bikin semangat, apalagi kalau langsung dapat support. Tapi otak kadang memperlakukan tepuk tangan itu sebagai pencapaian palsu, padahal belum mulai latihan sama sekali.

Studi dari New York University menemukan bahwa orang yang mengumumkan tujuannya lebih dulu cenderung lebih malas mengejarnya dibanding mereka yang diam-diam saja dan langsung bertindak. 

Ketika orang lain melihat hasil akhirnya (bukan sekadar wacana) rasa kagum pun datang tanpa perlu diminta.

2. Rincian Drama Kehidupan Pribadi

Semua orang butuh tempat curhat. Tapi bukan berarti semua orang juga ingin jadi tempat curhat. Menyampaikan kesulitan terlalu detil ke publik bisa membuat orang merasa tidak nyaman, atau malah kelelahan secara emosional.

Kisah pribadi seperti cabai rawit. Makan sedikit saja sudah cukup bikin pedas, tapi kalau dituang segenggam bisa bikin mulut semua orang mati rasa. Pilih momen dan orang yang tepat, dan pastikan lawan bicara punya ruang emosional untuk menerima cerita itu.

3. “Membumi untuk Melangit” yang Disamarkan

Pernah dengar kalimat seperti, “Duh capek banget nyiapin presentasi TEDx kemarin”? Kalimat ini terdengar seperti keluhan, tapi sebenarnya pujian untuk diri sendiri yang dibungkus rapi.

Penelitian dari Harvard Business School menyebut orang seperti ini dinilai paling rendah dalam hal ketulusan dan kompetensi. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore