
Ilustrasi orang yang berbicara di depan umum./(Pexels.com/MikhailNilov)
JawaPos.com - Rasa percaya diri ketika di depan publik sangat dipertaruhkan, ketika ada salah tindakan atau ucapan, maka bisa malu atau bahkan menjatuhkan harga diri.
Maka dari itu, berbicara di depan umum perlu belajar yang telaten dan tidak cukup sebentar. Ketika sudah jago, itu akan menjadi harga yang mahal.
Dikutip dari laman Kemenperin pada Jumat (13/06) berani berbicara di depan umum bukan soal penampilan saja, tapi juga dari cara menyampaikan ide dan juga pikiran secara verbal maupun nonverbal pada audiens.
Dilansir dari laman Ge Editing pada Jumat (13/06) jika kamu ingin merasa lebih percaya diri saat di depan publik, cobalah untuk mempraktikkan 8 trik ini :
1. Kekuatan jeda
Berbicara di depan umum bukan hanya tentang kata-kata yang kamu ucapkan, tetapi juga bagaimana kamu menyampaikannya.
Salah satu aspek penyampaian pidato yang paling diabaikan adalah kekuatan jeda. Berhenti mungkin tampak berlawanan dengan intuisi ketika gugup dan nalurimu untuk terburu-buru.
Tetapi menggunakan jeda strategis sebenarnya dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan diri. Jeda yang ditempatkan dengan baik memungkinkan audiens untuk menyerap apa yang baru saja dikatakan.
Ini juga memberi kamu kesempatan untuk mengumpulkan pikiran dan mempertahankan kendali atas kecepatan bicara.
2. Perspektif "Saya"
Pergeseran sederhana dalam perspektif dari 'saya' ke 'pesan saya' ini membantu meringankan rasa takut. Itu membuat kita sadar bahwa berbicara di depan umum bukanlah sebuah pertunjukan, tetapi sebuah platform untuk berbagi ide dan informasi.
Ingat, ini bukan tentang dirimu sendiri, tapi tentang apa yang harus kamu katakan. Mengalihkan fokus dari diri sendiri ke konteks pembicaraan dapat membantu kamu menyampaikan pidato dengan kepercayaan diri dan dampak yang lebih besar.
3. Menguasai seni bercerita
Manusia secara inheren tertarik pada cerita. Otak kita terhubung untuk menanggapi narasi, membuat mendongeng menjadi alat yang ampuh dalam berbicara di depan umum.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita mendengarkan cerita yang diceritakan dengan baik, otak kita melepaskan oksitosin, yakni hormon yang meningkatkan rasa empati dan koneksi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
