Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Juni 2025 | 01.23 WIB

Bagaimana Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Jadi Korban? Simak 4 Tipsnya!

Ilustrasi orang yang selalu merasa jadi korban (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang selalu merasa jadi korban (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernah nggak kamu ketemu seseorang yang merasa semua yang terjadi itu salah orang lain? Mereka nggak pernah merasa bertanggung jawab dan cenderung menyalahkan situasi atau orang sekitar.

Bisa jadi rekan kerja, teman dekat, bahkan keluarga sendiri. Nah, dalam dunia pengembangan diri dan kepemimpinan, kondisi seperti ini disebut "mode korban",  dan ini bisa bikin suasana tim atau lingkungan jadi berat.

Allison Graham, seorang pembicara dan pelatih pengembangan diri, melalui kanal YouTube-nya, membagikan tips ringan tapi efektif untuk menghadapi orang-orang seperti ini tanpa kehilangan energi kita sendiri.

1. Validasi, Tapi Jangan Memanjakan

Langkah pertama yang penting adalah memvalidasi perasaan mereka. Artinya, tunjukkan bahwa kamu mendengar dan memahami bahwa mereka sedang kesal, takut, atau frustrasi. Misalnya kamu bisa bilang, "Wajar kok kamu merasa begitu."

Tapi hati-hati, validasi itu beda dengan "mengiyakan" semua ceritanya.

Jangan malah ikut-ikutan memperbesar masalah, seperti bilang, "Iya, bener banget! Dan mereka juga gini, dan gitu...", itu justru membuat mereka makin tenggelam dalam perasaan sebagai korban.

2. Tutup Lubang Kelinci

Setelah memvalidasi, arahkan obrolan ke hal-hal yang lebih membangun. Misalnya dengan bertanya:

  • "Kalau hal terburuk benar-benar terjadi, menurut kamu bakal kayak apa?"
  • "Oke, terus ke depannya kamu mau bagaimana?"
  • "Apa yang bisa kamu kendalikan dari situasi ini?"

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa membantu mereka berpikir lebih proaktif dan keluar dari kebiasaan mengeluh.

3. Bedakan Curhat dan Mengeluh Terus-menerus

Ada perbedaan besar antara meluapkan perasaan (curhat sehat) dan terjebak dalam pola pikir korban. Kalau orang cuma butuh tempat aman untuk meluapkan emosi, itu bagus. Biasanya setelah itu mereka merasa lega dan bisa lanjut.

Tapi kalau setiap kali kamu bicara dengan mereka isinya cuma keluhan yang sama berulang-ulang, tanpa ada perubahan atau penyelesaian, itu tandanya mereka sedang terjebak. Di sinilah kamu bisa bantu menggeser pola pikir mereka — bukan dengan menyuruh atau memaksa, tapi dengan memberi pertanyaan atau perspektif baru.

4. Kamu Bukan Penyelamat, Tapi Teman yang Peduli

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore