Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juni 2025 | 05.59 WIB

9 Perilaku yang Menjadi Indikasi Bahwa Seseorang Sangat Dimanja, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang sangat dimanja (freepik/lookstudio) - Image

Ilustrasi orang yang sangat dimanja (freepik/lookstudio)

JawaPos.com - Dalam kehidupan ini, ada beberapa orang dewasa yang ternyata tidak terbiasa melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian dan membersihkan rumah.

Bahkan, beberapa orang yang sudah menginjak dewasa ini masih meminta uang bensin dan jajan kepada orang tua mereka.

Tahukah Anda bahwa kebiasaan-kebiasaan ini ternyata berasal dari sifat manja yang mereka bawa dari kecil dan melekat hingga saat mereka tumbuh dewasa.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman The Vessel, Sabtu (7/6), sembilan perilaku yang menurut psikologi mengindikasikan seseorang mungkin dibesarkan dengan terlalu banyak dimanja.

1. Rasa berhak itu sangat kuat

Rasa berhak muncul saat seseorang meyakini bahwa mereka berhak memperoleh perlakuan khusus atau pengecualian terhadap aturan.

Mereka adalah orang-orang yang mungkin berkata seperti, "Pasti ada cara untuk membuat pengecualian, kan?" Perasaan "Saya istimewa, jadi aturan tidak berlaku" adalah klasik.

Menurut Psychology Today, rasa berhak yang kronis sebenarnya dapat menghalangi hubungan yang sehat, karena rasa berhak tersebut menciptakan dinamika yang tidak seimbang di mana satu orang selalu mengambil.

Pertanyaan besarnya adalah: apakah seseorang menuntut keuntungan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain? Jika iya, itu merupakan tanda bahaya dari didikan yang manja.

2. Kurangnya empati

Bila seseorang jarang berhenti sejenak untuk mempertimbangkan perasaan orang lain, itu dapat menunjukkan bahwa mereka tidak pernah perlu melakukannya.

Mereka mungkin menyela orang di tengah kalimat atau mengabaikan ketidaknyamanan orang lain dalam situasi tegang.

Seiring berjalannya waktu, kurangnya empati yang konsisten dapat menunjukkan masa kanak-kanak di mana kebutuhan emosional selalu dipenuhi oleh orang lain, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk belajar kasih sayang.

3. Kepuasan instan adalah norma

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang kesulitan menunggu? Mereka menginginkannya sekarang, dan jika mereka tidak mendapatkannya, rasa frustrasi pun menguasai mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore