Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Juni 2025 | 10.08 WIB

Jika Kamu Ingin Hidup Damai dan Bahagia, Tinggalkan 6 Ekspektasi Sosial Ini

Seseorang yang sakit kepala karena stres. (Pexels/Photo by Edward Jenner) - Image

Seseorang yang sakit kepala karena stres. (Pexels/Photo by Edward Jenner)

JawaPos.com - Bicara tentang ekspektasi sosial memang tidak akan ada habisnya, segala pencapaian hidup sepertinya sudah diukur oleh waktu dan nominal tertentu.

Tapi siapa sangka bahwa jalan hidup setiap orang selalu berbeda, jika ekspektasi sosial berpikir kalau usia layak untuk menikah bagi perempuan itu di usia 23 tahun, maka bagaimana jika ada yang belum menemukan jodohnya dan bahkan menikah di usia 40 tahun?

Semua ekspektasi sosial itu terkadang memaksa kita untuk berperilaku di luar kemampuan, hingga akhirnya segala kemungkinan terburuk itu bisa terjadi pada diri sendiri, bukan orang lain.

Dilansir dari laman The Vessel pada Minggu (01/06) jika kamu ingin hidup damai dan bahagia, maka cobalah untuk tinggalkan 6 ekspektasi sosial ini :

1. Menikah dan punya anak di usia tertentu

Beberapa orang percaya garis waktu tradisional adalah wajib adalah menikah muda, memiliki anak segera, menetap di kehidupan rumah tangga. Mengasuh anak bisa menjadi perjalanan yang indah bagi banyak orang, tetapi itu bukan panggilan semua orang.

Melepaskan harapan ini berarti memberi diri kamu kebebasan untuk menciptakan kehidupan yang menghormati keinginan sendiri.

2. Selalu tersedia

Saat ini, cukup normal untuk menanggapi teks, email, atau pesan media sosial dalam hitungan menit. Tapi konektivitas yang terus-menerus ini membuat kita kelelahan.

Ini didukung oleh para ahli di Time Management Ninja, yang menekankan nilai pengaturan batas-batas digital.

Dengan menetapkan jam "offline" tertentu, kamu dapat mendapatkan kembali fokus dan memberi pikiran istirahat dari pemberitahuan yang tidak pernah berakhir.

3. Mengatakan "ya" untuk menjaga perdamaian

Melepaskan harapan bahwa kita harus selalu menyenangkan berarti belajar bagaimana menghormati kebutuhan sendiri.

Alih-alih setuju untuk bertemu teman untuk minum kopi tepat setelah kelas yoga, lebih baik prioritaskan kebutuhan diri sendiri.

4. Mengikuti orang lain pada keputusan hidup yang besar

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore