Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 19.39 WIB

Mulai Introspeksi! 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Tanda Kamu Sedang Gaslighting

3 tanda gaslighting yang perlu kamu sadari. (Dok. msgrowth/freepik) - Image

3 tanda gaslighting yang perlu kamu sadari. (Dok. msgrowth/freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa saat berada di sebuah konflik, kamu selalu berhasil membalikkan keadaan hingga lawan bicaramu justru merasa bersalah? Atau mungkin kamu sering berusaha membalikan keadaan tanpa sadar dengan berkata “kamu berlebihan,” saat ada seseorang yang mengungkapkan perasaannya padamu? Hati-hati, bisa jadi tanpa disadari, kamu sedang melakukan gaslighting.

Gaslighting sendiri sering diartikan dengan pelaku manipulasi emosional dalam hubungan. Tapi tidak banyak juga yang menyadari jika perilaku tersebut juga bisa dilakukan oleh orang didekat kita, bahkan mungkin diri kita sendiri tanpa sadar. Dalam beberapa kasus, gaslighting bukan hasil dari niat untuk mengontrol, melainkan refleks pertahanan diri yang salah arah.

Dilansir dari laman Psychology Today, ada tiga tanda utama yang menunjukkan seseorang mungkin sedang melakukan gaslighting secara tidak sadar.

Mengenali tanda-tanda ini bukan untuk menyalahkan diri sendiri, tapi sebagai langkah awal memahami bagaimana kita berinteraksi dan berdampak pada orang lain. Karena mungkin saja selama ini kita terlalu fokus terhadap sudut pandang orang memperlakukan kita, hingga kita memperlakukan mereka diluar batas sadar kita.

1. Perbedaan pendapat, yang kamu anggap salah

Semua orang memiliki sudut pandangnya masing-masing. Tapi jika kamu langsung merasa orang lain salah hanya karena mempunyai sudut pandang yang berbeda, lalu mengutarakan pendapatmu yang kamu anggap benar sambil mengoreksi atau menghakimi, ini bisa jadi tanda gaslighting.

Merasa diri sendiri paling benar dan harus selalu menyuarakannya, tanpa memberi ruang untuk sudut pandang lain, bisa berubah jadi bentuk manipulasi emosional. Hati-hati, niat “membetulkan” bisa saja berubah jadi bentuk kontrol yang menyakitkan.

Saat kamu merasa menjadi orang dengan pendapat yang paling benar, dan lalu menyuarakan pendapatmu tanpa mempertimbangkan pendapat dan perasaan orang lain, merupakan bentuk pemikiran yang sangat menyimpang.

2. Menganggap berbohong itu bukan masalah besar

Semua orang mungkin pernah berbohong selama hidupnya, entah untuk dari situasi sulit atau untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan. Namun, jika kamu terlalu terbiasa berbohong untuk menyelamatkan diri atau menghindari tanggung jawab, ini bisa berdampak lebih besar dari yang kamu kira. Apalagi kalau kamu sampai memutarbalikkan fakta dan membuat orang lain meragukan ingatannya sendiri.

Misalnya saat kamu melakukan sesuatu dengan salah dan kamu mulai berpikir bagaimana caranya agar hal tersebut tidak jadi kesalahanmu, lama- kelamaan mungkin menjadi emosional dan sangat defensif dalam prosesnya. Pada awalnya kamu mungkin berbohong untuk menyelamatkan citra dirimu dan keluar dari situasi yang sulit, ketimbang melihat bagaimana konsekuensinya yang dampaknya akan lebih besar dan merugikan dari yang kamu kira.

Jika ini terus berulang, kamu bukan hanya kehilangan kepercayaan orang lain, tapi juga secara tak sadar sedang melukai hubungan dan merusak persepsi orang terhadap kenyataan.

3. Menghindari konflik seolah tidak pernah terjadi

Setelah bertengkar hebat, wajar jika kamu merasa butuh waktu untuk tenang. Tapi jika kamu selalu memilih diam, bersikap seolah tak terjadi apa-apa, dan menolak membahas masalahnya lagi, itu bisa jadi bentuk gaslighting yang halus.

Menyelesaikan masalah tanpa keputusan yang jelas hanya akan menggantung emosi orang lain. Sikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa justru membuat pasangan, teman, atau kolega merasa kebingungan dan tidak dihargai. Padahal, bagi mereka, konflik itu bisa jadi sesuatu yang besar dan penting untuk dibicarakan sampai tuntas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore