
Ilustrasi generasi milenial (freepik)
JawaPos.com - Hidup pas-pasan adalah kenyataan yang sangat dipahami oleh sebagian besar generasi milenial.
Ini tidak selalu tentang kesalahan finansial yang besar dan mencolok yang kita buat, tetapi lebih kepada kebiasaan-kebiasaan kecil yang membuat kita terus berada dalam siklus ini.
Hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari tanpa berpikir, seperti ngopi di kafe atau berlangganan layanan streaming, secara perlahan tapi pasti dapat mulai menggerogoti tabungan kita.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman geediting.com, Selasa (27/5), tujuh kebiasaan tersembunyi yang membuat sebagian besar generasi milenial terjerumus dalam masalah keuangan.
Dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan ini dan secara sadar melakukan perubahan, Anda dapat menuju masa depan yang lebih stabil secara finansial.
1. Belanja kopi setiap hari
Kita semua pernah mengalaminya. Kesibukan di pagi hari untuk berangkat kerja, kebutuhan akan asupan kafein untuk memulai hari dengan baik. Bagi sebagian besar generasi milenial, kedai kopi lokal adalah tujuan wisata sehari-hari.
Namun, pernahkah Anda berpikir berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk membeli kopi setiap minggu? Mungkin awalnya tidak tampak banyak, tetapi seiring waktu, jumlahnya akan bertambah.
Itu adalah sebagian besar gaji Anda yang dibelanjakan untuk sesuatu yang dapat Anda buat dengan mudah di rumah dengan biaya yang jauh lebih murah.
Kenyamanan dan aspek sosial dari membeli kopi mungkin menarik, tetapi itu adalah salah satu kebiasaan halus yang membuat kita hidup dari gaji ke gaji.
Ini bukan tentang berhenti minum kopi. Ini tentang membuat pilihan yang lebih cerdas, seperti menyeduh kopi sendiri di rumah dan menabung uang tersebut untuk sesuatu yang lebih mengenyangkan.
2. Belanja online secara impulsif
Daripada membeli sesuatu secara impulsif, lebih baik menunggu satu atau dua hari sebelum melakukan pembelian.
Ini memberi Anda waktu untuk berpikir apakah Anda benar-benar membutuhkan barang itu atau hanya sekadar pembelian impulsif.
Percayalah, sering kali, Anda akan menyadari bahwa itu adalah pembelian impulsif.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
