Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 18.12 WIB

7 Perilaku Umum Wanita yang Terbentuk karena Tuntutan untuk Disukai, Bukan Jadi Diri Sendiri

Ilustrasi seorang wanita menunjukkan ekspresi yang mungkin tidak mencerminkan perasaan sebenarnya, demi menjaga kesan positif di mata orang lain. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang wanita menunjukkan ekspresi yang mungkin tidak mencerminkan perasaan sebenarnya, demi menjaga kesan positif di mata orang lain. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda memperhatikan bahwa wanita sering kali memiliki pola perilaku tertentu yang terasa berbeda dalam interaksi sosial? Kebiasaan ini terkadang muncul secara alami, namun tanpa disadari sering kali berakar pada bagaimana mereka dibesarkan di lingkungan sekitarnya.

Menariknya, banyak kebiasaan ini bukanlah pilihan sadar melainkan hasil dari ajaran turun temurun yang mendorong wanita agar lebih disukai daripada berani jujur. Melansir Geediting.com pada Senin (26/05), psikologi modern telah mengidentifikasi tujuh perilaku umum yang sering dilakukan wanita karena dididik untuk menjadi pribadi yang disukai daripada jujur jadi diri sendiri.

1. Mengatakan "Ya" saat Seharusnya "Tidak"

Satu di antara kebiasaan yang paling mencolok adalah kecenderungan untuk setuju meskipun keinginan sebenarnya adalah menolak sesuatu. Hal ini sering kali berakar dari pola asuh yang mengajarkan wanita untuk selalu menghindari konflik dan menjaga suasana tetap damai.

2. Menekan Emosi untuk Hindari Cap "Terlalu Emosional"

Banyak wanita dilatih sejak kecil untuk menyembunyikan perasaan kuat demi tidak dicap sebagai sosok yang dramatis atau berlebihan. Mereka percaya menunjukkan emosi yang intens bisa membuat mereka terlihat kurang disukai atau bahkan dianggap kurang kompeten.

3. Mendahulukan Kebutuhan Orang Lain Dibandingkan Diri Sendiri

Perilaku ini sudah sangat mendarah daging pada banyak wanita, seolah menjadi respons otomatis dalam berbagai situasi. Kebiasaan mengutamakan kebutuhan orang lain merupakan hasil dari norma serta ekspektasi sosial yang menempatkan mereka dalam peran tersebut.

4. Meminta Maaf Secara Berlebihan Tanpa Alasan Jelas

Mengucapkan kata "maaf" telah menjadi respons kebiasaan yang sering kali digunakan, bahkan ketika tidak ada kesalahan yang dilakukan. Kata "maaf" diucapkan untuk meredakan potensi ketegangan atau hanya sebagai pengisi percakapan agar dianggap lebih baik.

5. Menghindari Konfrontasi dengan Segala Cara

Wanita sering kali dibesarkan dengan gagasan bahwa berkonfrontasi adalah perilaku yang kurang anggun atau bahkan agresif bagi mereka. Mereka lebih memilih menghindar dari perbedaan pendapat demi menjaga keharmonisan hubungan meskipun itu berarti mengorbankan kejujuran.

6. Berusaha Keras Menjadi Sempurna dalam Segala Hal

Pengejaran tanpa henti terhadap kesempurnaan sering kali muncul dari keinginan mendalam untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Mereka percaya bahwa dengan menjadi sempurna, mereka akan lebih mudah mendapatkan validasi dan apresiasi dari lingkungan sosial.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore