
Ilustrasi seorang pria yang menunjukkan perilaku canggung dalam hubungan asmara karena pengalaman masa kecil yang minim afeksi. (Freepik)
JawaPos.com - Tumbuh besar dalam lingkungan yang minim menunjukkan kasih sayang atau afeksi bisa membentuk pola perilaku tertentu pada seseorang. Khususnya bagi pria, jika mereka jarang menyaksikan ibu menerima cinta, hal ini sering memengaruhi cara mereka menjalin hubungan asmara di kemudian hari.
Pola-pola ini sering kali muncul tanpa disadari, membentuk tantangan unik dalam dinamika percintaan mereka. Pria tersebut mungkin tidak menyadari bagaimana pengalaman masa kecilnya telah membentuk respons emosionalnya dalam hubungan. Melansir Geediting.com pada Minggu (25/05), ada delapan perilaku umum yang sering kali ditampilkan tanpa mereka sengaja sadari.
1. Kesulitan Mengungkapkan Kasih Sayang
Satu di antara tanda yang paling jelas adalah kesulitan dalam menyatakan afeksi, baik secara verbal maupun melalui sentuhan fisik. Mereka mungkin merasa canggung atau tidak yakin bagaimana cara yang tepat untuk menunjukkan rasa cinta serta perhatian kepada pasangan.
2. Menghindari Pembicaraan Emosional Mendalam
Mereka cenderung tidak nyaman saat diajak bicara tentang perasaan atau isu-isu emosional yang mendalam. Obrolan semacam itu bisa membuat mereka merasa tertekan dan memilih untuk menghindarinya sebisa mungkin demi kenyamanan pribadi.
3. Prioritaskan Logika di Atas Perasaan
Dalam menghadapi masalah hubungan, mereka mungkin lebih mengandalkan logika dan pemikiran rasional dibandingkan intuisi atau emosi. Perasaan dianggap kurang penting, bahkan cenderung diabaikan, dalam proses pengambilan keputusan penting.
4. Sulit Menerima Pujian atau Afeksi Balik
Menerima pujian atau bentuk kasih sayang dari pasangan bisa terasa aneh atau tidak nyaman bagi mereka. Mereka mungkin merespons dengan canggung atau bahkan meragukan ketulusan pujian yang diberikan kepada diri mereka.
5. Tidak Nyaman dengan Kerentanan Diri
Menunjukkan sisi rentan atau lemah diri adalah hal yang sangat sulit mereka lakukan di hadapan pasangan. Mereka mungkin takut terlihat tidak kuat atau khawatir akan dihakimi jika mereka membuka diri sepenuhnya secara emosional.
6. Terus-Menerus Mencari Validasi Eksternal
Adanya kebutuhan besar akan pengakuan atau persetujuan dari orang lain, termasuk pasangan, sering kali menjadi dorongan utama mereka. Mereka merasa perlu terus-menerus membuktikan nilai diri demi mendapatkan rasa aman dalam hubungan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
