Ilustrasi seorang pria duduk di meja kerja dengan ekspresi lelah, menggambarkan dampak microstress dalam kehidupan sehari-hari (Dok. Adobe Stock)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sangat lelah sepulang kerja, padahal tidak terjadi hal besar yang mengganggu? Tidak ada konflik serius, tidak ada drama kantor, tetapi rasanya kepala penuh, tubuh lemas, dan semangat menghilang begitu saja. Menurut Rob Cross dan Karen Dillon, kondisi ini bisa jadi dampak dari microstress.
Microstress adalah tekanan psikologis dalam skala kecil yang tidak selalu tampak, tetapi dapat menumpuk dan menguras energi secara perlahan. Contohnya bisa berupa notifikasi pekerjaan yang datang tanpa henti, harus menghadapi rekan kerja yang pasif-agresif, kewajiban rumah tangga yang terus bertambah, atau bahkan tugas yang bertentangan dengan nilai-nilai pribadi. Meski terlihat remeh jika dilihat satu per satu, tekanan-tekanan kecil ini dapat menimbulkan kelelahan fisik dan mental jika tidak dikelola dengan baik.
Dikutip dari laman TED Ideas, Cross dan Dillon menjelaskan bahwa mengatasi microstress tidak cukup hanya dengan manajemen waktu atau praktik mindfulness, faktor sosial justru memainkan peran penting. Kehadiran orang-orang yang tepat di sekitar kita dapat menjadi pelindung kuat dari tekanan hidup sehari-hari.
Berikut ini adalah tujuh tipe orang yang idealnya ada dalam lingkaran sosial kamu agar lebih tahan terhadap stres dan tetap seimbang secara emosional:
1. Pendengar yang Empatik
Bukan sekadar memberi solusi, pendengar yang empatik hadir untuk mendengarkan dengan tulus dan memberi ruang agar kamu merasa divalidasi. Kalimat sederhana seperti, "Itu pasti berat, ya," bisa memberikan ketenangan luar biasa. Biasanya, mereka para pendengar empatik, memiliki pengalaman serupa sehingga mampu memahami kondisimu secara mendalam.
Catatan: Jadilah pendengar empatik juga untuk orang lain. Dukungan sosial adalah hubungan dua arah.
2. Pendorong Tindakan
Tipe ini mendorongmu untuk segera bertindak, bukan terus-menerus terjebak dalam pikiran sendiri. Mereka bisa menjadi penasihat bijak, atau justru orang yang berbicara lugas dan menyentak kesadaran. Mengapa penting? Karena sering kali, kita hanya membutuhkan sedikit dorongan untuk berani melangkah.
3. Pembuka Sudut Pandang Baru
Saat kamu merasa suatu masalah begitu besar, mereka membantumu melihatnya dari perspektif lain. Dengan sudut pandang yang segar, masalah sering kali terasa tidak sebesar yang dibayangkan. Kelebihan tipe ini adalah posisi mereka yang cukup netral, atau tidak terlalu terlibat secara emosional, sehingga bisa memberikan pandangan yang objektif.
4. Penolong saat Beban Memuncak
Ketika pekerjaan menumpuk dan waktu terasa tidak cukup, orang seperti ini siap turun tangan. Bantuan mereka mungkin tidak besar, tetapi sangat berarti, seperti membantu mengurus anak, menggantikan tugas kecil, atau hanya menemani saat dibutuhkan.
Tips: Mulailah dengan menjadi orang yang suka membantu lebih dulu. Hubungan timbal balik menciptakan solidaritas yang kuat.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
