Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 23.50 WIB

Orang yang Tumbuh di Dalam Rumah yang Bergejolak secara Emosional, Sering Kali Punya 6 Perilaku Ini Saat Dewasa

Ilustrasi rumah yang selalu bergejolak secara emosional.(Pexels.com/LizaSummer) - Image

Ilustrasi rumah yang selalu bergejolak secara emosional.(Pexels.com/LizaSummer)

JawaPos.com - Rumah yang seharusnya membuat kita tenang dan tentram, kenyataannya tidak semua seperti itu. Bahkan sering terjadi gejolak emosi dalam hal sekecil apapun.

Dilansir dari laman Kemenag pada Jumat (23/05) ada beberapa pengaruh dari kondisi emosional seseorang terhadap dirinya sendiri, dan jika sudah diawali dengan gejolak emosi maka sulit untuk bersemangat, menghambat proses perkembangan diri, hingga suasana emosional yang diterima saat berada di luar.

Oleh karena itu, dilansir dari laman Ge Editing pada Jumat (23/05) orang yang tumbuh di dalam rumah yang bergejolak secara emosional, sering kali punya 6 perilaku ini saat dewasa :

1. Berjuang untuk percaya dan terbuka

Ketika kamu tumbuh dalam rumah tangga yang bergejolak, akan selalu waspada. Kewaspadaan yang berlebihan itu dapat berlanjut ke hubungan orang dewasa.

Tiba-tiba, perubahan terkecil dalam nada suara seseorang atau penundaan sekecil apa pun dalam teks mereka dapat memicu kecemasan, atau mungkin merasa sulit untuk membiarkan orang mendekat, takut mereka akan menyakiti atau meninggalkan.

Keintiman menjadi teka-teki karena bertentangan dengan naluri untuk tetap aman dengan menjaga jarak semua orang.

2. Menyenangkan orang dan takut akan konflik

Hal besar lainnya adalah dorongan untuk menghindari konflik dengan segala cara. Jika kamu tumbuh di rumah di mana pertengkaran itu eksplosif atau hukuman tidak dapat diprediksi, itu wajar untuk menjadi sedikit penjaga perdamaian.

Kamu belajar membaca ruangan seperti seorang profesional, menyesuaikan perilaku untuk mencegah ledakan emosi. Lagi pula, jika konflik berarti kekacauan, kamu lebih suka membungkuk ke belakang daripada menghadapinya lagi.

Menurut psikologi, orang yang tidak menetapkan batasan yang sehat dapat terbakar dengan cepat. Ini adalah badai yang sempurna untuk kecemasan, kebencian, dan perasaan bahwa kamu tidak pernah cukup baik.

3. Bereaksi berlebihan terhadap stres sehari-hari

Ketika kamu tumbuh dikelilingi oleh pasang surut emosional, tubuh belajar untuk tetap waspada. Bahkan pemicu terkecil dapat membuat respons stres itu melonjak.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang tegang sering mengalami kewaspadaan yang berlebihan, sehingga sekecil apapun masalah yang terjadi bisa dianggap terlalu berat.

4. Kesulitan mengatur emosi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore