
Ilustrasi seseorang yang menunjukkan perilaku berpusat pada diri sendiri dalam interaksi sosial, seperti mendominasi percakapan atau kurang empati. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda berinteraksi dengan seseorang yang sepertinya selalu menjadikan dirinya pusat perhatian dalam setiap obrolan? Rasanya seolah-olah seluruh dunia berputar hanya di sekitar kepentingan atau pengalaman pribadi mereka saja, tanpa peduli orang lain.
Fenomena ini sering kali disebabkan oleh sifat sangat berpusat pada diri sendiri yang tidak selalu disadari oleh pelakunya. Psikologi telah mengidentifikasi beberapa perilaku khusus yang sering kali ditunjukkan oleh individu dengan karakteristik seperti ini. Melansir Geediting.com Jumat (23/05), berikut perilaku khas yang sering muncul.
1. Sering Mendominasi Percakapan
Orang-orang ini cenderung menguasai alur pembicaraan dengan selalu mengarahkannya kembali kepada pengalaman pribadi mereka. Mereka akan fokus membahas pencapaian, masalah, atau hal lain yang terkait dengan diri sendiri dalam setiap kesempatan.
2. Kesulitan Berempati pada Orang Lain
Satu di antara tanda utama yang terlihat adalah ketidakmampuan mereka dalam memahami perasaan atau posisi orang lain. Mereka sulit keluar dari sudut pandang diri sendiri untuk merasakan apa yang sedang dialami oleh orang di sekitarnya.
3. Memiliki Perasaan Berhak Istimewa
Individu ini sering kali meyakini bahwa mereka berhak menerima perlakuan khusus atau memiliki privilese tertentu dari orang lain. Mereka mungkin merasa layak mendapatkan hal-hal baik tanpa harus berusaha keras seperti kebanyakan orang.
4. Pendengar yang Buruk Saat Berkomunikasi
Dalam sebuah percakapan, mereka kerap kali tidak mendengarkan dengan saksama atau bahkan menyela lawan bicaranya. Perhatian mereka mungkin hanya pada kapan giliran mereka untuk berbicara kembali dibandingkan menyerap informasi yang sedang disampaikan.
5. Kurang Minat Tulus pada Orang Lain
Ketertarikan mereka terhadap kehidupan, masalah, atau kebahagiaan orang lain cenderung hanya bersifat dangkal atau sementara saja. Mereka tidak menunjukkan keinginan mendalam untuk benar-benar mengenal atau memahami apa yang terjadi pada diri Anda.
6. Mudah Bersikap Defensif
Ketika menerima masukan atau kritik, bahkan yang bersifat membangun, reaksi mereka sering kali menjadi defensif. Mereka mungkin merespons dengan nada tidak ramah atau menunjukkan permusuhan karena merasa diserang secara pribadi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
