Ilustrasi kebiasaan yang membuat ingatan melemah (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Menjaga otak tetap tajam dan ingatan kuat merupakan keinginan banyak orang. Namun tanpa disadari, ada kebiasaan sehari-hari yang justru mempercepat penuaan otak dan mengganggu fungsi memori.
Kebiasaan ini sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat merugikan bagi kesehatan kognitif jangka panjang. Dilansir dari Geediting pada Kamis (22/5), berikut delapan kebiasaan yang perlu diwaspadai karena berpotensi membuat otak menua lebih cepat dan menyebabkan daya ingat melemah.
1. Kurang Tidur
Tidur merupakan fase penting bagi otak untuk melakukan pemulihan dan regenerasi. Kurangnya waktu tidur akan mengganggu proses ini dan berdampak langsung pada kemampuan berpikir dan mengingat.
Ketika otak tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, koneksi antarsel saraf menjadi terganggu dan proses pengolahan informasi melambat. Oleh karena itu, tidur malam yang cukup dan berkualitas tidak hanya penting bagi tubuh, tetapi juga vital bagi kesehatan otak.
2. Pola Makan Buruk
Konsumsi makanan olahan, tinggi gula, dan rendah nutrisi dapat menyebabkan peradangan serta stres oksidatif pada otak. Hal ini berkaitan erat dengan penurunan fungsi kognitif dan gangguan daya ingat.
Otak membutuhkan asupan bergizi seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein sehat. Mengganti makanan tidak sehat dengan pilihan yang bernutrisi bisa membantu menjaga kejernihan pikiran dan mengurangi risiko gangguan memori.
3. Jarang Bergerak
Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. Gaya hidup yang terlalu pasif dapat menurunkan aliran darah ke otak dan memperlambat fungsinya.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan seperti berjalan kaki secara rutin dapat meningkatkan kinerja memori dan konektivitas otak. Menjaga tubuh tetap aktif adalah salah satu cara efektif untuk menjaga pikiran tetap tajam.
4. Stres Kronis
Stres yang berlangsung lama memicu produksi hormon kortisol berlebihan, yang dapat merusak neuron dan menghambat proses belajar serta mengingat.
Kondisi ini juga menurunkan kapasitas otak dalam membentuk sel saraf baru yang penting untuk fungsi kognitif. Teknik relaksasi seperti meditasi, aktivitas di alam, atau sekadar istirahat sejenak bisa membantu mengendalikan stres dan menjaga kesehatan mental.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
