Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 18.54 WIB

8 Ciri Unik Orang yang Sering Memakai Kosa Kata Rumit demi Terdengar Lebih Pintar

Ilustrasi seseorang yang berbicara dengan banyak kata-kata rumit, membuat lawan bicaranya kebingungan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang berbicara dengan banyak kata-kata rumit, membuat lawan bicaranya kebingungan. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang gemar sekali menggunakan kosa kata rumit atau istilah teknis yang tidak umum dalam percakapan sehari-hari? Rasanya seperti mereka berusaha keras untuk menunjukkan betapa luasnya perbendaharaan kata mereka di hadapan orang lain.

Menariknya, individu yang suka memakai kata-kata besar ini sering kali memiliki beberapa karakteristik unik yang mungkin tidak disadari banyak orang. Mereka mungkin berpikir tindakan ini membuat mereka terlihat lebih cerdas, padahal belum tentu demikian dampaknya. Melansir Geediting.com pada Kamis (22/05), berikut adalah beberapa ciri khas yang sering ditunjukkan oleh orang-orang dengan kebiasaan seperti ini.

1. Sering Menggunakan Bahasa yang Tidak Perlu

Satu di antara tanda paling kentara adalah kebiasaan memakai kata-kata panjang atau frasa kompleks padahal ada padanan yang jauh lebih sederhana. Mereka tampaknya lebih fokus pada bagaimana bunyi kata itu daripada memastikan pesannya benar-benar mudah dipahami oleh lawan bicara.

2. Kesulitan Menjelaskan Konsep Sederhana

Orang seperti ini sering kali menemukan kesulitan luar biasa ketika diminta untuk menyederhanakan penjelasan tentang suatu topik. Mereka terjebak dalam jargon atau istilah yang mereka gunakan sehingga esensi informasinya menjadi kabur dan tidak jelas.

3. Kurang Fokus pada Makna yang Sebenarnya

Prioritas utama mereka dalam berkomunikasi sering kali adalah menampilkan kesan intelek, bukan pada kejelasan pesan yang ingin disampaikan. Hal ini membuat mereka kadang kehilangan inti dari percakapan karena terlalu sibuk memilih kata-kata yang rumit.

4. Mengabaikan Reaksi Bingung Lawan Bicara

Mereka cenderung tidak peka terhadap sinyal-sinyal kebingungan atau ketidakpahaman yang ditunjukkan oleh pendengar. Rasa bangga akan kosa kata yang dimiliki membuat mereka abai bahwa lawan bicara mungkin kesulitan mengikuti alur pembahasan.

5. Bertujuan Mengesankan, Bukan Mengedukasi

Niat di balik penggunaan kata-kata sulit ini sering kali lebih ke arah untuk membuat kagum atau terlihat superior di mata orang lain. Mereka kurang memiliki keinginan tulus untuk berbagi pengetahuan secara efektif atau memastikan semua orang mengerti apa yang mereka katakan.

6. Terkadang Memiliki Rasa Kurang Percaya Diri

Di balik upaya tampil cerdas dengan kosa kata yang megah, terkadang tersimpan rasa tidak aman akan kemampuan intelektual mereka sendiri. Mereka mungkin menggunakan bahasa rumit sebagai perisai untuk menutupi keraguan atau kurangnya pengetahuan mendalam tentang suatu hal.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore