Ilustrasi seorang anak yang tampak sedang menahan tangis (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda diingatkan untuk menghentikan tangisan sejak kecil, mungkin dengan kalimat "Jangan cengeng!" atau "Sudah, jangan menangis lagi"? Perintah ini, yang mungkin diucapkan dengan niat baik, ternyata bisa membentuk cara kita mengekspresikan perasaan saat dewasa.
Larangan menangis seringkali menanamkan keyakinan bahwa menunjukkan emosi adalah hal buruk atau tanda kelemahan yang harus disembunyikan. Akibatnya, orang dewasa cenderung mencari cara lain yang tidak langsung untuk mengeluarkan atau menghadapi perasaan mereka. Melansir dari Geediting.com, Rabu (21/05), ada tujuh cara tersembunyi yang mungkin Anda tunjukkan ketika mencoba mengekspresikan emosi hari ini.
1. Menjadi Perfeksionis dan Terlalu Berusaha
Individu ini cenderung menetapkan standar sangat tinggi untuk diri sendiri dalam segala aspek kehidupan. Mereka meyakini bahwa dengan mencapai kesempurnaan, mereka dapat menghindari kritik atau kekecewaan, bahkan dari diri sendiri.
2. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain
Mereka seringkali mengutamakan kebutuhan serta kebahagiaan orang lain di atas keinginan pribadi yang sesungguhnya. Kebiasaan ini muncul karena keinginan kuat untuk menghindari konflik atau penolakan, yang bisa memicu emosi negatif.
3. Merasa Mati Rasa atau Terpisah dari Emosi
Mungkin ada perasaan hampa atau terputus dari emosi diri sendiri, seolah-olah tidak ada yang benar-benar bisa menyentuh hati. Hal ini adalah mekanisme pertahanan untuk menghindari pengalaman emosi yang dirasa menyakitkan atau tidak nyaman secara sadar.
4. Mengalami Keluhan Fisik yang Tidak Jelas
Emosi yang tidak tersalurkan kadang bermanifestasi sebagai rasa sakit tubuh seperti sakit kepala, masalah perut, atau ketegangan otot kronis. Tubuh menjadi tempat penyimpanan bagi semua perasaan yang tidak diizinkan untuk diungkapkan secara verbal atau ekspresif.
5. Menjadi Agresif Pasif dalam Interaksi Sosial
Mereka mungkin menunjukkan kemarahan atau frustrasi melalui cara yang tidak langsung seperti menunda-nunda pekerjaan atau membuat komentar sarkastis. Hal ini dilakukan karena takut menghadapi konfrontasi langsung dengan emosi mereka atau orang lain secara terbuka.
6. Sangat Mengontrol Lingkungan atau Orang Lain
Keinginan kuat untuk mengatur segalanya di sekitar mereka adalah upaya untuk menciptakan rasa aman dari kekacauan emosi. Kontrol memberikan ilusi bahwa mereka bisa menghindari kejutan emosional atau situasi yang tidak menyenangkan sama sekali.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
