Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 06.15 WIB

Terlihat Baik tapi Ternyata Tidak, 8 Perilaku Halus Orang yang Penuh Kepalsuan dan Sering Tidak Disadari

Frasa orang yang pura-pura baik menurut Psikologi (Sumber foto: Freepik) - Image

Frasa orang yang pura-pura baik menurut Psikologi (Sumber foto: Freepik)

JawaPos.com - Tidak semua orang yang tampil ramah, suka membantu, atau sering tersenyum adalah pribadi yang benar-benar tulus dari hati. Dalam keseharian, kita kerap bertemu dengan individu yang terlihat menyenangkan dan seolah membawa energi positif, namun ternyata menyimpan sisi lain yang tidak terlihat.

Mereka bisa sangat pandai menyembunyikan kepalsuan di balik sikap manis, membalut manipulasi dalam kata-kata lembut, dan membungkus ego dengan tindakan yang tampak baik.

Tipe orang seperti ini tidak selalu mudah dikenali, karena perilakunya sering kali halus, samar, dan terkesan ‘normal’.

Tetapi jika diperhatikan lebih dalam, ada pola-pola yang konsisten dan bisa menjadi sinyal bahwa kita sedang berhadapan dengan pribadi yang tidak benar-benar jujur.

Dilansir dari Geediting, inilah delapan perilaku halus yang sering luput dari perhatian, namun bisa menjadi tanda kuat bahwa seseorang sebenarnya penuh kepalsuan.

1. Suka Membanggakan Diri Secara Halus

Mereka tidak akan terang-terangan menyombongkan diri, tetapi sering menyelipkan pencapaian pribadi dalam setiap percakapan.

Mungkin terdengar seperti berbagi cerita biasa, namun ada motif tersembunyi untuk membuat orang lain kagum. Orang seperti ini haus akan validasi dan ingin dianggap luar biasa.

Mereka bisa menyamar sebagai rendah hati, namun selalu berhasil menjadikan dirinya pusat perhatian dalam narasi apapun.

2. Selalu Berperan Sebagai Korban

Setiap konflik atau kesulitan yang mereka alami, selalu diakhiri dengan narasi bahwa mereka adalah pihak yang paling dirugikan.

Bahkan ketika jelas mereka punya andil dalam masalah, mereka pandai membelokkan cerita agar terlihat sebagai korban.

Ini adalah bentuk manipulasi emosional yang membuat orang lain merasa bersalah dan akhirnya memihak. Mereka menggunakan belas kasihan sebagai alat kendali.

3. Cepat Menghakimi Orang Lain

Tanpa banyak mengetahui latar belakang, mereka cepat menarik kesimpulan dan mengomentari kehidupan orang lain dengan nada merendahkan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore